Wakatobi
08-04-2019  11:39
Prestasi Atlit Wakatobi di Porprov Sultra Belum Maksimal
Arhawi serahkan bonus kepada atlit Wakatobi yang berhasil meraih medali pada ajang Porprov Sultra di Kolaka 2018. FOTO Duriani
Arhawi: Harus Dibangun GOR
WAKATOBI, TRIBUN BUTON
Pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) ke-XIII tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka Tahun 2018 lalu. Klasemen akhir perolehan medali Kabupaten Wakatobi belum berubah signifikan.

Hal itu disebabkan antara lain Wakatobi belum memiliki sarana olah raga yang mendekati standar. Sehingga para atlit dan pengurus cabang (pengcab) olah raga memanfaatkan sarana yang ada seperti di sekolah-sekolah untuk latihan.

Bupati Wakatobi, H Arhawi SE, pun mengakui jika prestasi kontingen Wakatobi setiap perhelatan Porprov belum maksimal. Disadari jika itu faktor minimnya sarana olah raga. Sehingga kedepannya, Pemkab Wakatobi akan fokus membangun gelanggang olah raga (GOR).

"Di Porprov Kolaka Tahun 2018 dan Porprov sebelumnya, perolehan medali Wakatobi tidak terlalu banyak bergeser dari posisi bagian bawah. Kita sadari bahwa Wakatobi belum memiliki fasilitas olah raga seperti daerah lain" ungkap Bupati Wakatobi, saat malam penyerahan bonus atlit berprestasi, Minggu (7/4/2019) malam.

Arhawi, memberikan harapan kepada seluruh masyarakat dan para atlit jika kedepan Pemkab Wakatobi akan serius membangun sarana olah raga. Karena selain bisa bersaing dengan atlit daerah lain, melalui ajang olah raga dan para atlit juga bisa menjadi corong pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi daerah Wakatobi.

"Kedepan kita akan bangun fasilitas olah raga. Tahun ini kita sudah mulai membangun GOR dimana anggarannya dari APBN Rp 15 Milyar. Jika program prioritas daerah mulai berkurang, maka kita bisa fokus bangun sarana olah raga tambahan," ujar Arhawi.

Anggaran Rp 15 Milyar dari pusat untuk membangun GOR tahun ini lanjut Arhawi, tentu bel sepenuhnya menjawab kebutuhan para atlit. Namun Pemkab Wakatobi akan tetap berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Sehingga sarana olah raga di Wakatobi bisa m nyamain daerah lain.

"Kita juga sedang berkomunikasi ke pemerintah provinsi melalui Bapak Gubernur. Agar bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas olah raga. Sehingga Porprov tiga tahun kedepannya, Wakatobi bisa menjadi tuan rumah," harapnya.

Meskipun Wakatobi belum memiliki fasilitas olah raga, Arhawi, tetap memberikan apresiasi kepada para atlit yang telah mengharumkan nama Wakatobi. Kontingen Wakatobi berhasil meraih prestasi tanpa didukung sarana memadai.

"Meskipun kita tidak memiliki fasilitas olah raga, namun dengan prestasi 24 emas, 15 perak dan 37 perunggu itu merupakan kebanggaan tersendiri. Atlit Wakatobi sejak lama telah mengharumkan nama daerah bahkan negara. Khususnya cabor dayung dimana atlit asal Wakatobi beberapa kali mewakili Indonesia di event internasional," ucap Bupati Wakatobi

Arhawi, memberikan support untuk seluruh atlit agar tetap berlatih meskipun keterbatasan fasilitas. Menurutnya, peluang menjadi juara dan atlit profesional tetap terbuka meskipun berlatih di tempat yang sederhana. "Tetaplah berlatih untuk menghadapi berbagai event. Peluang jadi juara dan atlit profesional masih terbuka meskipun ada keterbatasan," pinta Arhawi.

Untuk diketahui, Arhawi, menyerahkan bonus atlit yang meraih medali pada ajang Porprov di Kolaka Tahun 2018 lalu sejumlah Rp 1 Milyar lebih untuk 11 cabor. Cabor Gulat merupakan satu-satunya Cabor paling banyak menerima bonus yakni Rp 369 juta lebih karena meraih 10 medali emas, 5 perak, 6 perunggu. (Duriani)
Telah dibaca 11 kali
Berita Terkait
Advertisement