Nasional
09-03-2019  11:10
Pariwisata Kabupaten Tambrauw Memiliki “Surga Dunia”
TAMBRAUW,TRIBUN BUTON
Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat telah membuka diri bagi kunjungan wisatawan Domestik maupun Mancanegara untuk melihat secara langsung potensi pariwitasa di Kabupaten Tambrauw. Potensi Pariwisata Tambrauw sangat menjanjikan untuk dunia sehingga Tambrauw yang terletak di Kepala Burung itu telah ditetapkan sebagai Kabupaten Konservasi. Kabupaten ini memiliki “Surga Dunia” yang sangat indah dan menarik bagi kunjungan wisatawan dan tak kalah dengan Kabupaten Raja Ampat. Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Tambrauw, Gabriel Asem, SE.MSi sewaktu melaunching tarif masuk pemeliharaan lingkungan kawasan strategis pariwisata Kabupaten Tambrauw di JE.Meridien Hotel, Kota Sorong kemarin.

Menurut Bupati, Tambrauw memiliki taman laut yang indah dengan nilai sejarah peninggalan perang dunia kedua (PD II) Selain itu, kata Bupati, Tambrauw juga memiliki lokasi peneluran penyu belimbing yang dilindungi, tentunya harus dijaga dengan baik. Jadi kata Bupati, Tambrauw memiliki dua klaster wisata yaitu Klaster Blue Wonder dan Klaster Green Wonder.

Bupati Tambtauw, Gabriel Asem dalam konferensi Pers usai acara peluncuran tarif masuk pemeliharaan lingkungan strategis wisata, Rabu (6/3) mengatakan sebagai bentuk upaya pengembangan pariwisata, Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Pariwisata memberlakukan tarif masuk pemeliharaan lingkungan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kebijakan tersebut diberlakukan Pemkab Tambrauw karena merupakan salah satu upaya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian rakyat.

“Kini Pemda Tambrauw telah membuka Pusat Informasi Tourism Information Center (TIC) di di Bandara DEO yang melibatkan hampir semua travel industri pariwisata dunia,” terang Bupati. Bupati juga mengatakan, pemberlakuan tarif masuk ini akan menjamin kualitas obyek-obyek wisata yang ada di laut maupun pegunungan.

Menurutnya apabila pemeliharaan obyek wisata terjamin, maka pemanfaatan kawasan wisata akan berkembang dan memberikan nilai positif untuk pemerintah dan masyarakat. Sedangkan tarif masuk dibebankan dari Pemkab sebesar 400 ribu rupiah untuk wisatawan mancanegara, sedangkan wisatawan domestik 200 ribu rupiah.

Karena baru dipromosikan, penentuan besaran nilai tarif tersebut dianggap tidak terlalu memberatkan pengunjung serta tidak merugikan pemerintah daerah kabupaten Tambrauw khususnya bagi masyarakat.

“Surga Dunia” dimulai dari Tambrauw tidak kalah dari Kabupaten Raja Ampat. Tambrauw memiliki harta karun di Papua, seperti pantai, laut, wisata burung cendrawasih, sisa peninggalan PD II. Itu semua hanya ada di Tambrauw,” ungkap Bupati.

“Program wisata ini sangat penting karena memiliki dampak multiplier, khususnya bagi pertumbuhan perekonomian rakyat. Karena sudah pasti wisatawan yang datang akan berbelanja berbagai soevinir serta kuliner hasil karya masyarakat Tambrauw dan tentunya akan menginap di penginapan dan melihat langsung ‘surga dunia’,” kata Gabriel.

“Hasilnya akan dirasakan dan dinikmati langsung masyarakat kabupaten Tambrauw. Kabupaten Tambrauw harus maju lewat dunia pariwisata sehingga pembangunan infrastruktur terus dibangun Pemda untuk memperluas akses bagi wisatawan,” jelas Bupati Gabriel. (Laurent R, Siska G)(Monitorpapua.com)
Telah dibaca 21 kali
Berita Terkait

Tidak ada berita terkait

Advertisement