Baubau
07-03-2019  10:29
Sambut Nyepi, Umat Hindu Baubau Pawai Ogoh-Ogoh
Ogoh-ogoh saat diarak keliling kampung. FOTO:MIRA/TRIBUNBUTON
BAUBAU, TRIBUN BUTON
UMMAT Hindu Kota Baubau gelar prosesi pawai ogoh-ogoh sebelum dilakukan pengerupukan atau pembakaran sehari sebelum hari raya nyepi, 6 Maret 2019.

Pawai ogoh-ogoh oleh ummat hindu sebagai ritual yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi tiba. Yaitu Tawur Agung Kesanga, ritual yang bertujuan untuk mengusir atau menghilangkan pengaruh buruk Butha Kala atau roh-roh yang ada di bawah alam manusia.

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran hindu bhuta kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan, biasanya dalam wujud Raksasa.

Tokoh Masyarakat I GD Ngantiasa menjelaskan bahwa usai melaksanakan ritual pembakaran patung Ogoh-Ogoh (Bhuta kalla) maka seluruh ummat akan berpuasa selama 24 jam dengan melakukan beberapa ritual yakni Catur Brata Penyepian yang mencakup Amati Geni yang berarti tidak menyalakan api baik itu kompor, lampu maupun rokok. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengendalikan diri dari hal-hal yang bersifat negatif, amari karya yang berarti tidak bekerja dan dimaksudkan untuk merenungi diri sendiri, amati lelungan yaitu tidak berpergian dan tidak menganggu ketenangan orang lain.
"Tidak akan berpergian dalam hal ini menebar pesona, dan berpesta," jelasnya.
Telah dibaca 54 kali
Berita Terkait
Advertisement