Baubau
09-02-2019  08:36
UM Buton Teken MoA dengan Oxford University
Nova Widiatmani ke-3 dari kanan. Rektor UM Buton (jilbab hitam).TRIBUN BUTON
BAUBAU, TRIBUN BUTON
UNIVERSITAS Muhammadiyah (UM Buton) dan Oxford University Press (OUP) melakukan kerjasama, Memorandum of Agreement (MoA). MoA ditandatangani Rektor UM Buton, Wa Ode Al Zarliani SP MM dan Senior ELT Consultant OUP, Nova Widiatmani, di Rektorat UM Buton, Jumat 8 Februari 2019.

Penandatanganan MoA sebagai tindak lanjut dari kegiatan “English Teacher Traning" pada November 2018 di Cirebon atas kerjasama Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Dikti Litbang (PP) Muhammadiyah, Holmesglen Australia dan Oxford University Press (OUP). Kerjasama ini merupakan upaya UM Buton dalam menyiapkan tenaga pendidik dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Rektor UM Buton menyambut baik kerjasama ini. Dijelaskan, dalam menghadapi tuntutan revolusi Industri 4.0, dosen dan mahasiswa harus banyak diberikan pengetahuan dan peningkatan kompetensi.

"Dengan kompetensi yang mumpuni dan sesuai dengan market demand, maka output atau luaran UM Buton dapat terserap di dunia kerja sesuai dengan bidang keahliannya," ujar Wa Ode Al Zarliani.

OUP adalah salah satu departemen yang ada di University of Oxford dan dipimpin oleh 15 akademika yang ditunjuk oleh Wakil Kanselir yang dikenal sebagai Delegasi Penerbitan. Oxford University telah menggunakan sistem sejenis untuk mengawasi Penerbitan/publikasi sejak abad ke-17.

Setelah UM Buton Melaksanakan penandatanganan MoA, selanjutnya akan dilaksanakan Training berkelanjutan selama 5 tahun ke depan baik kepada tenaga pendidik/dosen maupun mahasiswa. Dalam era Industri 4.0 Perguruan Tinggi Muhammadiyah terus berupaya mengembangkan diri, meski tantangan dan halangan adalah keniscayaan yang harus dilewati. Selain itu Kita harus berani berinvestasi yang sifatnya long-term dalam mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa itu sendiri sebagai upaya mendapatkan global recognition.

Nova Widiatmani, mengaku sangat berterima kasih disambut baik Oleh Rektor UM Buton Ibu Wa Ode Al Zarliani. Setelah MoA, pihaknya akan mengadakan Placement test kepada 30-50 orang dosen dari UM buton untuk kemudian 30 dilakukan mapping.

"Sehingga setiap dosen dapat diketahui level bahasa Inggrisnya. Setelah itu akan diadakan training ke setiap dosen," ujar Nova.

Nova menjelaskan tujuan program OXFORD Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris setiap perguran tinggi Muhammadiyah. Hal ini merupakan salah satu tujuan dari kerjasama OUP dan Majelis DIKTI dan LITBANG PP Muhammadiyah. Sehingga ini memjadi kewajiban untuk melakukan kunjungan dan presentasi ke seluruh PTM di Indonesia.

Kedepan, pihaknya juga akan banyak melakukan kegiatan. Salah satunya adalah memperkuat branding antar kedua belah pihak, prinsipnya adalah kerjasama saling menguntungkan tidak hanya untuk OXFORD nya tapi akan memberikan support kepada setiap dosen dan mahasiswa di PTM dengan memperkuat level bahasa Inggrisnya.

Nur Dahniar SPd MPd, sebagai LO mengatakan kerjasama ini akan berlanjut selama 5 tahun. Dan training setiap tahun itu gratis bagi dosen-dosen lingkup UM Buton.

"Untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris harus dimulai dari dosen sehingga mahasiswa dapat juga meningkat kualitas akademiknya," ujarnya.(YUHANDRI HARDIMAN)
Telah dibaca 124 kali
Berita Terkait
Advertisement