Nasional
16-01-2019  10:00
Pemuda DMI dan Pemuda Muhammadiyah Kongkritkan Rencana Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Pertemuan Pemuda IMD dan Pemuda Muhammadiyah membahas umat dan isu kebangsaan.FOTO:IST/TRIBUN BUTON
JAKARTA, TRIBUN BUTON
PEMUDA DMI dan Pemuda Muhammadiyah melakukan pertemuan di ISYEF Point kompleks Masjid Cut Meutia, Selasa malam 15 Januari 2019. Dalam pertemuan itu dibahas mengenai isu-isu keumatan dan kebangsaan.

Plt Sekjen DMI, Arief Rosyid, dengan tim berdiskusi panjang lebar bersama jajaran Pemuda Muhammadiyah yang dipimpin Ketua Umum barunya, Sunanto. Pertemuan itu membuahkan kerjasama strategis bagi kedua belah pihak.

Arief menjelaskan Pemuda DMI dan Pemuda Muhammadiyah bersepakat agar potensi pemuda dimanfaatkan untuk menjadi solusi terhadap persoalan keummatan dan kebangsaan, khususnya ketertinggalan di bidang ekonomi. Cak Nanto, sapaan akrab Ketum Pemuda Muhammadyah, menambahkan misalnya selain warung kopi di masjid, juga bisa menghadirkan food truck di pusat-pusat aktivitas umat Islam.

Selain itu tradisi di Pemuda Muhammadiyah berbagi makanan gratis kepada kaum dhuafa akan dilanjutkan dengan maksimal. Kerja sama ini menjadi sarana dalam upaya merajut ukhuwah islamiyah yang saat ini sudah mulai terkoyak, juga mengawali kontribusi bersama terhadap masalah umat dan bangsa.

Pertemuan itu merupakan lanjutan dari agenda pada pagi harinya. Drs H Syafruddin MSi, Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerima kunjungan rombongan Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Pada kesempatan itu, Syafruddin memuji sikap Pemuda Muhammadiyah yang berada di tengah dalam percaturan politik nasional. Pejabat Menpan RB tersebut menyinggung kemajuan Indonesia sebagai peradaban Islam yang sedang bersemi.

"Peran organisasi Islam sangat sentral dalam proses peradaban Islam baru yang terjadi saat ini, untuk itu kita harus ikut berpartisipasi agar Islam semakin dihormati dan berperan positif bagi dunia," kata Syafruddin.

Selain menyemangati Pemuda Muhammadiyah supaya siap menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0, Syafruddin juga menjelaskan program pemberdayaan ekonomi DMI yang digagas oleh remaja masjid. "DMI mendorong generasi muda untuk melakukan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Mereka para pemuda yang memiliki jiwa entrepreneur tersebut kita kumpulkan dalam ISYEF," ujarnya.

Sebagaimana diketahui ISYEF (Indonesian Islamic Youth Economic Forum) berisikan anak muda yang antuasias dalam membangun ekonomi umat Islam dan bangsa Indonesia.(YUHANDRI HARDIMAN)
Telah dibaca 99 kali
Berita Terkait
Advertisement