Baubau
30-11-2018  08:58
Niat Suarakan Nasib Guru Honorer, Pendemo Salah Sasaran
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Heboh, salah satu organisasi mahasiswa forum FKIP Bersatu memperingati hari guru, yang juga melakukan protes atas ketidakwajaran gaji salah seorang guru honorer di Kabupaten Buton Tengah. Guru honorer tersebut selama enam bulan tidak digaji.

Forum ini menggelar aksi di halaman kantor Walikota Baubau, Rabu (28/11). Namun, aksi menjadi ricuh, karena peserta aksi bermaksud meminta tanggapan langsung dari Walikota Baubau, yang tengah tidak berada ditempat.

Diduga karena tidak mendapat tanggapan kala itu, seorang orator melontarkan kata -kata tak wajar, yang ditujukan kepada elemen-elemen Pemerintah yang berada dalam ruangan. Spontan Sat Pol PP Kota Baubau yang mengamankan aksi kala itu bereaksi, hingga terjadilah aksi saling dorong antara mahasiswa dan personil Sat Pol PP.

"Apakah kalian pantas disebut sebagai penegak Perda. Jika kalian tidak mendengarkan keluh kesah kami, maka dengan ini katakan innalillahi wainnsliahi rojiun jiga tidak ada satupun yang menemui kami," kata seorang orator.

Salah seorang orator mengatakan, salah seorang mahasiswa yang menjadi guru honorer di Kabupaten Buton Tengah tidak menerima gaji selama enam bulan.

Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse menanggapi, seandainya Ia punya kesempatan, maka Ia akan mengantarkan pengunjuk rasa untuk menyuarakan hal tersebut di Buton Tengah.

"Jika saja sekarang ini ada fery, saya akan mengantarkan anda sekalian untuk mendemo Bupati Buton Tengah kasian guru honorer itu," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, peran guru honorer yang memiliki SK, dan mana guru honorer yang hanya sekedar mengisi kekosongan.

"Guru honorer di tanggung oleh danabos sekolah selama guru itu di SK kan Walikota, ada juga guru honorer yang sekedar mengisi kekosongan saja, tetapi alakadarnya karna saya tidak akan membuang uang negara hanya untuk memperkaya seseorang yang tidak semestinya," ucapnya tegas.

Monianse mengatakan, akan tetap menjadi pertimbangan bagi Pemkot untuk lebih memperhatikan guru honorer, jika itu kebutuhan daerah, dan selama itu tidak melanggar hukum. (# Mira)
Telah dibaca 71 kali
Berita Terkait
Advertisement