Nasional
09-11-2018  17:34
Optimisme dan Harapan Menko Kemaritiman Sambut Deklarasi Manado
MANADO, TRIBUN BUTON
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengungkapkan, Deklarasi Manado merupakan wujud aksi nyata Negara-Negara Kepulauan menghadapi ancaman perubahan iklim. Ini ditegaskannya saat mewakili Presiden Joko Widodo, menyaksikan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado, oleh para Pemimpin dan Perwakilan yang tergabung dalam Forum Kepulauan dan Negara Kepulauan (The Archipelagic and Island States Forum/AIS), di Manado.

Ia mengatakan, Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan.

"Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif, untuk mendanai proyek perubahan iklim, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," ujarnya, saat membacakan sambutan pembukaan Forum AIS mewakili Presiden Joko Widodo.

Kesepakatan bersejarah Forum yang beranggotakan Negara-Negara Pulau dan Kepulauan, yang kebanyakan berada di kawasan Asia-Pasifik ini, antara lain berisi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi baru, pemanfaatan laut berkelanjutan:yaitu pemanfaatan sumber daya laut, dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada tindakan iklim.

Forum AIS diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama dengan dengan United Nations Development Program (UNDP). AIS merupakan platform bagi Pemerintahan Negara-Negara anggota, untuk terlibat dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan-sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi. Tentang inisiatif perubahan iklim bertema, dan perlindungan laut.

Lebih lanjut Menko Luhut mengatakan, Negara Pulau dan Kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif, dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah. Dengan pendekatan yang paling hemat biaya.

Kata dia, sejarah dan budaya mengajarkan bagaimana Negara-Negara Pulau dan Kepulauan menyelesaikan masalah mereka.

“Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya,” sebut Menko Luhut.

Moana adalah film animasi yang menggambarkan petualangan seorang gadis cilik Polinesia dalam mencari jati dirinya.

Sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mengambil peran untuk memimpin dan membentuk mekanisme pembiayaan baru, untuk mendukung inisiatif perubahan iklim, dan proyek-proyek pembangunan di Negara-Negara anggota Forum.

Dibawah Deklarasi Manado, anggota AIS setuju untuk memperkuat komitmen kerjasama dalam mitigasi perubahan iklim, manajemen bencana. Bekerjasama dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, sampah plastik di laut, tata kelola maritim. Mendorong pengembangan tata kelola kelautan.

Kala itu Christophe Bahuet selaku Country Director UNDP untuk Indonesia mengatakan, Forum AIS memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan berkomitmen untuk membantu agar Negara-Negara Pulau dan Kepulauan yang rentan tidak luput dari SDG's.

“Forum AIS inisiatif akan fokus pada solusi pengembangan praktis, dan akan membuka peluang baru bagi Negara Pulau dan Kepulauan kecil, yang rentan terhadap perubahan iklim, untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut, sambil meningkatkan pendapatan mereka,” kata Bahuet menambahkan.

Bahuet menambahkan, pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia, yang akan membantu para anggota mengakses mekanisme baru, seperti keuangan campuran, keuangan Syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS

Dengan naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, Negara-Negara Pulau dan Kepulauan, khususnya yang kecil, merupakan wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Delegasi dari 20 Negara termasuk Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Timor Leste, dan Inggris menghadiri Forum Menteri AIS. (Redaksi - Sumber: Biro Informasi dan Hukum-Kemenko Bidang Kemaritiman RI)
Telah dibaca 58 kali
Berita Terkait
Advertisement