Buton Utara
05-11-2018  16:28
Diduga Tidak Optimal, Geger Desak Bupati Butur Evaluasi Kinerja OPD
Massa aksi unjuk rasa di halaman Setda Pemda Butur. FOTO:DARMAWAN/TRIBUN BUTON
BURANGA, TRIBUNBUTON -
Sejumlah massa yang tergabung dari organisasi Gerbong Generasi Baru Buton Utara (Geger-Butur) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Sekertariat Pemda Butur, Senin, 5 November 2018.

Aksi unjuk rasa tersebut mendesak Bupati Butur Abu Hasan untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap OPD yang di duga tidak optimal dan koomperatif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Selain itu, mereka mendesak Sekda Butur Drs Muh Yasin selaku ketua panitia seleksi lelang jabatan untuk lebih objektif dan transparan atas perengkingan pada proses pengumuman jika nantinya ada lelang jabatan agar sesuai kompetensi dan jenjang pangkat.

"Kepada Bupati dan Sekda hari ini mari kita komparatif bersama-sama menujukan bahwa betapa daerah ini sangat membutuhkan pemimpin SKPD yang benar-benar bekerja efektif, efisien sesuai dengan disiplin ilmu, dan sesuai tata kelolah pemerintahan yang baik untuk dijadikan sebagai contoh kepada daerah-daerah lain di Sultra, "kata Andri Awo dalam orasinya.

Sementara itu, Bupati Butur Abu Hasan saat menerima massa aksi mengatakan, pada saat pelantikan eselon II sampe eselon IV membuat pakta integritas setiap enem bulan di evaluasi dan subtansi evaluasi berdasarkan kinerja.

"Kita punya pola penilaian kinerja, hampir tidak ada dimensi politiknya dengan apa yang menjadi kewajiban pimpinan OPD terkait
pencapaian-pencapaian program daerah. Disatu sisi Buton Utara sebagai daerah yang baru berotonomi, daerah yang tua pun masih mengalami problematika sumber daya manusianya, "ujarnya.

Ia menambahkan, bagi yang belum mendapatkan jabatan hari ini bukan soal perjuangan politik, tetapi menurutnya jabatan terbatas, sementara yang memenuhi persyaratan ratusan.

"Kalu ada dinas yang tidak optimal, tidak komparatif kita akan evaluasi. Kita evaluasi mungkin yang bersangkutan tidak cocok di dinas pertanian, dinas perumahan, dinas pendidikan, kita evaluasi. Saya juga tudak mau memberikan pembiaran karena tidak cocok di dinasnya, atau banyak gerakan tambahan yang tidak ada kaitanya dengan tu poksinya kita akan evaluasi, "ungkap Abu Hasan. (#Mawan)
Telah dibaca 47 kali
Berita Terkait
Advertisement