Buton Utara
05-11-2018  16:19
Kapal Perintis Tol Laut Sandar di Dermaga Butur
Bupati Butur saat meninjau KM Kandhaga Nusantara 4. FOTO: DARMAWAN/TRIBUN BUTON
BURANGA, TRIBUNBUTON -
KM. Kandhaga Nusantara 4 jenis kargo yang bermuatan puluhan kontainer (peti kemas) pertama kali sandar dan berlabuh di dermaga Lasora Buton Utara, Sabtu, 3 November 2018.

Kedatangan kapal yang bermuatan ratusan ton tersebut sementara melakukan pengenalan medan, karena rute yang dilintasinya merupakan jalur tol laut yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat untuk memberi kemudahan jangkauan, mobilisasi, serta bisa menstabilkan harga-harga bagi daerah terpencil dan pulau terisolir.

Pada kesempatan itu, Nakhoda KM Kandhaga Nusantara 4 mengungkapkan, perairan Butur
belum adanya rambu-rambu sebagai petunjuk dan penuntun jalur lalulintas laut.

"Laut diselat Butur ini cukup dalam, namun dipersulit dengan masih adanya karang yang mempersempit ruang gerak kapal yang berkapasitas besar, kami butuh kehati-hatian saat melintas masuk dermaga Lasora, " ungkapnya saat menerima kunjungan Bupati Butur di dermaga Lasaora, Kelurahan Lakonea, Kecamatan Kulisusu, 4 November 2018.

Sementara Bupati Butur Abu Hasan dalam kujunganya itu mengatakan,
keluhan dari pihak kapal dalam waktu dekat akan membahas bersama instansi teknis untuk segerah merespon dan menata kembali lintasan yang akan dilalui oleh jalur Tol Laut.

Infrastruktur pelabuhan menjadi vokus perhatian, sebab tempat bongkar muat barang diperlukan penataan ruang yang cukup repsesntatif hingga memudahkan alat transportasi darat dan laut saat melakukan proses bongkar muat.

"Mengingat Buton Utara tidak hanya memiliki kekayaan hasil Bumi (pertanian dan perkebunan), namun hasil lautnya juga melimpah. Maka Kapal angkut ini selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam berlayar serta wilayah Buton Utara menjadi jalur tetap, "tandasnya.

Sekadar diketahui, kehadiran kapal tersebut sebagai bentuk program pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan aktifitas pendistribusian hasil produksinya baik hasil bumi maupun hasil laut.

Adapun rute yang dilewati dimulai dari Makassar, menuju Selayar, Jampea, Soteli, Raha (Muna), Buton Utara, Banabungi (Buton), kemudian kembali lagi ke Makasar, dengan lama tempuh 11 hari tiba kembali di masing-masing dermaga. (#Mawan)
Telah dibaca 56 kali
Berita Terkait
Advertisement