Baubau
18-10-2018  14:04
"Tuturangiana Andala, Ritual Memberi Makan Penguasa Laut"
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Sudah menjadi agenda rutin tahunan, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi, HUT kota Baubau, di Pulau Makasar digelar ritual Tuturangiana Andala. Ritual ini telah ratusan tahun dilakukan secara turun temurun oleh warga yang mendiami Pulau Makasar.

Sekilas budaya Buton ritual adat Tuturangiana Andala, yang dalam arti "Bahasa Indonesia" memberi makan pada penguasa laut. Ritual ini masih tetap hidup, dan bertahan hingga saat ini ditengah-tengah peradaban masyarakat Pulau Makasar.

Warga masyarakat Liwuto Makasu yang kini dikenal sebagai Pulau Makasar, memiliki salah satu tradisi warisan dari para leluhurnya, yang disebut dengan Tuturangiana Andala.

Kebiasaan ini mulai dilakukan masyarakat Pulau Makasar pada abad ke-18 Masehi. Pada saat itu Maa Laato, Maandangi, dan Daeng Mandongi yang berasal dari tanah Bugis Makassar, telah menetap dan berketurunan di pulau tersebut, dan berprofesi menjadi Nelayan.

Sebagai masyarakat Kepulauan yang mempunyai jiwa petualang Bahari, disaat sebelum melakukan aktivitas mengenai kehidupan dilaut, maka diawali dengan melakukan prosesi Tuturangiana Andala. Dengan tujuan memohon kepada yang Kuasa, agar para Nelayan khususnya Pulau Makasar diberikan rezeki berupa hasil laut, keselamatan, ketentraman dalam melakukan aktivitas dilaut.

Dengan meletakkan berbagai sesaji pada lokasi empat tempat tertentu, dikawasan perairan yang masih dianggap keramat.

Masyarakat Pulau Makasar berharap, agar ritual ini tidak dianggap syirik, karena ritual ini hanya merupakan pelestarian budaya turun temurun dari leluhur. Dipercaya dilakukannya ritual Tuturangiana Andala, karena ke Maha Kuasaan-Nya Allah SWT. (# Mira)

Telah dibaca 124 kali
Berita Terkait
Advertisement