Baubau
10-10-2018  17:13
Potensi Gempa di Baubau? Kunjungi Stand Dinas PU di Baubau Expo
Yudi Masril ST MT
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Tahun 2018 ini Baubau Expo akan kembali digelar mulai 11-17 Oktober. Seperti biasa, selama sepekan puluhan stand pameran akan menampilkan berbagai hal menarik, informatif, inovatif, dan kreatif. Terkhusus stand Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota Baubau, akan menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan tupoksinya masing-masing.

Seperti Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Baubau, yang akan menampilkan berbagai capaian pembangunan, infrastruktur. Juga
pola ruang, struktur ruang, termasuk kawasan-kawasan strategis, kawasan-kawasan terbangun baru.

Tahun ini secara khusus Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Baubau, Bidang Tata Ruang
akan menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang baru saja melanda Negeri ini, berkaitan dengan Bencana Alam.

Mitigasi Bencana dan Revisi Perda RTRW

Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Baubau akan memvisualisasikan hak-hal terkait Mitigasi Bencana.
Demikian diuraikan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Baubau Yudi Masril ST MT.

Saat dikonfirmasi tentang apa yang akan ditampilkan Bidang yang dipimpinnya dalam Baubau Expo nanti
Yudi mengatakan, Baubau TAMPIL MANIS, olehnya itu Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Baubau juga akan TAMPIL Elegan dalam Baubau Expo, TAMPIL Mencerahkan, Menginformasikan kepada publik, secara terang benderang.

Menunjukkan kepada seluruh pengunjung Baubau Expo, khususnya warga Kota Baubau, tentang kinerja Pemerintah Kota Baubau tupoksi Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Baubau. Berbicara tentang seberapa potensi Kota Baubau terkena Bencana Alam gempa Bumi?, atau tsunami?. Kata Yudi, Baubau puluhan tahun silam pernah terjadi gempa, pernah pula dilanda tsunami.
Ia memprediksi, gempa dan tsunami berpotensi terjadi kembali di Kota Baubau.

Olehnya itu kata dia, Baubau mesti tanggap Bencana Alam. Hal itu pula yang mendasari pihaknya akan menampilkan informasi penting, secara umum terkait dengan Mitigasi Bencana.

"Jadi bukan kita berandai andai, tapi kita berbuat dulu. Informasi penting yang kita masukkan, kita tampilkan informasi secara umum dulu, terkait dengan Mitigasi Bencana kita. Itu yang akan kita masukan nanti dalam stand pameran," jelasnya.

Yudi menambahkan, rencana tata ruang Kota Baubau yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014, Mitigasi Bencana belum masuk. Kenapa belum masuk, kata Yudi, dikarenakan pada saat itu perencanaan tata ruang belum memikirkan hal itu.

"InsyaAllah 2019 kita coba mengusulkan revisi RTRW. Bagaimana kaitannya dengan perkembangan dinamika pembangunan Kota Baubau?, yang menyebabkan terjadinya banyak pergeseran tata ruang kita. Sehingga diperlukan untuk mengakomodir dinamika pembangunan ini," urainya.

Belum lagi lanjut Yudi, proyeksi Kota Baubau menjadi kawasan Maritim Terpadu, salah satu kawasan yang dilewati Tol Laut. Termasuk akan bertambahnya investor yang berinvestasi.

Hal ini menurutnya, perlu untuk diakomodir dalam RTRW Kota Baubau kedepan.

"Termasuk bagaimana Mitigasi Bencana, itu juga harus masuk dalam RTRW kita. Jadi banyak nanti informasi yang akan kami sampaikan, dan nantinya informasi ini akan kami masukan saat revisi RTRW. Informasi yang sangat baik dalam rencana tata ruang kita," kata Yudi penuh optimisme.

Salah satu yang responsif dengan Mitigasi Bencana, terkait dengan peruntukan ruang. Ada beberapa wilayah yang kebijakan ruangnya berbeda dengan wilayah lainnya. Pihaknya akan menerapkannya dalam kebijakan tata ruang kedepan.

"Contohnya misalnya ada daerah yang berpotensi terkena dampak tsunami, kebijakan tata ruang didalam RTRW itu, disitu akan lebih fokus pada Mitigasi Bencananya. Kemudian bagaimana daerah yang berpotensi gempa, rekomendasi kami untuk struktur bangunannya yang tahan gempa. Itulah kebijakan-kebijakan yang akan kami masukan dalam revisi RTRW. Semogs bisa dilaksanahkan tahun depan," urai Yudi. (LaMim)
Telah dibaca 275 kali
Berita Terkait
Advertisement