Baubau
09-10-2018  15:43
Dinkes Baubau Cegah Filariasis Secara Masal
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Dinas Kesehatan Kota Baubau menggelar sosialisasi Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) penyakit filariasis. Sosialisasi diikuti para Lurah, Camat, serta stake holder yang memiliki peran penting dalam mencegah filariasis.

Sosialisasi berlangsung di salah satu hotel di Kota Baubau, Selasa (9/10). Dibuka oleh Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse.

Kala itu Monianse mengatakan, sosialisasi penyakit yang juga dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah ini, sebagai persiapan eliminasi penyakit kaki gajah Nasional 2019, untuk Kota Baubau. Menjadi momentum, untuk menyelaraskan program pencegahan penyakit di Kota Baubau.

Ia menjelaskan kepada seluruh peserta Sosialisasi tentang filariasis, penyakit yang disebabkan infeksi cacing vilaria, yang ditularkan melalui nyamuk, yang merupakan penyakit menular.

"Saya kira penyakit filariasis ini tidak pandang bulu, jadi bisa kena anak-anak, orang dewasa, orang kaya maupun miskin. Ini penyakit sangat berbahaya, dan disebabkan oleh gigitan serangga," jelasnya.

Dalam Sosialisasi,turut hadir Dandim 1413/Buton, yang mewakili Kapolres Baubau, Kepala Dinas Kesehatan Kota baubau, Kepala-Kepala Puskesmas, Camat, Lurah se- Kota Baubau.

Untuk diketahui, pelaksanaan sosialisasi berdasarkan Surat Keputusan
Sekretaris Daerah Kota Baubau Nomor 005/35073 tentang pertemuan, sosialisasi pelaksanan POMP filariasis tingkat Kota baubau tahun 2018. Jumlah peserta yang akan membantu menyosialisasikan POMP filariasis kepada masyarakat, terdiri dari 80 orang.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau mengungkapkan, penyakit kaki gajah adalah penyakit yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kata dia, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan pada penderita.

Menurutnya, pemberian obat secara masal perlu mendapatkan dukungan semua pihak, untuk mewujudkan
Kota Baubau bebas dari filariasis selama lima tahun.

"Ini menjadi kesepakatan kita,bahwa isu global penanggulangan penyakit filaria ini, kami harapkan akan ada eliminasi di tahun 2020. Ini menjadi komitmen bersama," harapnya.

Ia berharap, para Camat, Lurah, Kepala-Kepala Puskesmas, agar menyosialisasikan, dan bekerja sama dilapangan. Dalam rangka menjaring semua masyarakat.

Ia menambahkan, betapa pentingnya mengobati, dan meminum obat filariasis atau kaki gajah.
(# Iphul)

BAUBAU, TRIBUN BUTON

Dinas Kesehatan Kota Baubau menggelar sosialisasi Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) penyakit filariasis. Sosialisasi diikuti para Lurah, Camat, serta stake holder yang memiliki peran penting dalam mencegah filariasis.

Sosialisasi berlangsung di salah satu hotel di Kota Baubau, Selasa (9/10). Dibuka oleh Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse.

Kala itu Monianse mengatakan, sosialisasi penyakit yang juga dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah ini, sebagai persiapan eliminasi penyakit kaki gajah Nasional 2019, untuk Kota Baubau. Menjadi momentum, untuk menyelaraskan program pencegahan penyakit di Kota Baubau.

Ia menjelaskan kepada seluruh peserta Sosialisasi tentang filariasis, penyakit yang disebabkan infeksi cacing vilaria, yang ditularkan melalui nyamuk, yang merupakan penyakit menular.

"Saya kira penyakit filariasis ini tidak pandang bulu, jadi bisa kena anak-anak, orang dewasa, orang kaya maupun miskin. Ini penyakit sangat berbahaya, dan disebabkan oleh gigitan serangga," jelasnya.

Dalam Sosialisasi,turut hadir Dandim 1413/Buton, yang mewakili Kapolres Baubau, Kepala Dinas Kesehatan Kota baubau, Kepala-Kepala Puskesmas, Camat, Lurah se- Kota Baubau.

Untuk diketahui, pelaksanaan sosialisasi berdasarkan Surat Keputusan
Sekretaris Daerah Kota Baubau Nomor 005/35073 tentang pertemuan, sosialisasi pelaksanan POMP filariasis tingkat Kota baubau tahun 2018. Jumlah peserta yang akan membantu menyosialisasikan POMP filariasis kepada masyarakat, terdiri dari 80 orang.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau mengungkapkan, penyakit kaki gajah adalah penyakit yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kata dia, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan pada penderita.

Menurutnya, pemberian obat secara masal perlu mendapatkan dukungan semua pihak, untuk mewujudkan
Kota Baubau bebas dari filariasis selama lima tahun.

"Ini menjadi kesepakatan kita,bahwa isu global penanggulangan penyakit filaria ini, kami harapkan akan ada eliminasi di tahun 2020. Ini menjadi komitmen bersama," harapnya.

Ia berharap, para Camat, Lurah, Kepala-Kepala Puskesmas, agar menyosialisasikan, dan bekerja sama dilapangan. Dalam rangka menjaring semua masyarakat.

Ia menambahkan, betapa pentingnya mengobati, dan meminum obat filariasis atau kaki gajah.
(# Iphul)
Telah dibaca 19 kali
Berita Terkait
Advertisement