Buton Utara
08-10-2018  06:50
Ungkapkan Rasa Syukur, Pemangku Adat Kulisusu Gelar "Haroa No Tau"
Ritual tahunan masyarakat Kulisusu Buton Utara. FOTO:DARMAWAN/TRIBUN BUTON
BURANGA, TRIBUNBUTON
SEBAGAI bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki dan keselamatan, Pemangku Adat Kulisusu menggelar "Haroa No Tau" (Ritual Tahunan). haroa digelar di Baruga Keraton Kulisusu, Desa Wasalabose, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Minggu, 7 Oktober 2018 sore.

Kegiatan tersebut turut hadir
Ketua Lembaga Adat Sara Bharata Kulisusu La Ode Umar M, Kadis Parbud Harlin Hari, Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali, Danramil 1416-04/Kulisusu Mayor Inf. Drs Buhari, Camat Kulisusu, sejumlah lurah dan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tamu undangan.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Alquran, pembacaan doa, prosesi ritula dan selanjutnya makan bersama. Pada kesempatan itu, masyarakat dan tamu undangan disuguhkan 23 tempat makana tradisional yang isinya berbagi jenis makanan dari hasil sumbangan masyrakat setempat.

Dalam sambutanya, Ketua Lembaga Adat Sara Bharata Kulisusu La Ode Umar M mengatakan, acara haroa no tau (ritual tahunan) ini dilihat dari nilai religius merupakan acara tahunan yang selalu dilaksanakan dalam mensyukuri nikmat Allah SWT dan berdoa kepada Allah SWT agar dalam keadaan selamat, aman, dan dimudahkan rezeki masyarakat.

"Haroa no tau, kalu dilihat sepintas ini kegiatan seolah-olah tidak punya makna apa. Tapi sesungguhnya dilihat dari segi sisi haroa no tau itu mempunyai manfaat besar bagi kita, "ujarnya.

Lakino Kulisusu ini menjelaskan, manfaat dari haroa no tau itu dilihat dari sisi nilai sosial kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu yang harus menjadi milik masyarakat sepanjang zaman.

"Ini haroa no tau punya nilai sosial budaya, nilai gotong royong, nilai persaudaraan, nilai silaturrahim, dan nantinya berujung pada nilai persatuan, kesatuan dan persatuan masyarakat, "ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Buton Utara Harlin Hari dalam sambutanya mengungkapkan, kegiatan ini merupakan warisan leluhur masyarakat Buton Utara yang perlu dipromosikan baik didalam maupun diluar daerah.

"Kita bersyukur kagiatan ini terselenggara dengan baik, muda-mudahan ditahun depan kita coba labih besarkan lagi dari pada hari ini. Kemarin kita sudah telah laksanakan festival Barata Kulisusu, insyaallah kedepan acara ini kita bentuk festival haroa no tau Buton Utara dan akan lebih besar lagi insyaallah bisa terlaksana, "katanya.

Ia berharap, nantinya kegiatan ini bisa masuk di kalender pariwisata Republik Indonesia dan juga berharap kepada awak media baik cetak, online, dan elektronik untuk mempromosikan acara haroa no tau ini agar dikenal secara meluas.

"Insyaallah kita akan lebih semarakan lagi kegiatan ini, kegiatan ini unik dan tidak ada ditempat lain atau di daerah lain, " tandasnya.(*/DARMAWAN)
Telah dibaca 83 kali
Berita Terkait
Advertisement