Baubau
14-09-2018  09:22
Polemik FORKI Baubau, Terkuak Fakta Baru
Musyawarah FORKI Kota Baubau, 19 Agustus 2018
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Terkuak fakta baru dibalik polemik Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Baubau. Adalah
Weldy Soemargo SE yang menegaskan, H Safiudin dan La Ode Rachmad Widayat N SH tak memiliki kapasitas menyoal Kepengurusan FORKI kota Baubau saat ini.

Weldy selaku Ketua Bidang Pembina Prestasi dan Litbang FORKI Kota Baubau, mengungkapkan,
Safiudin dan Rachmad Widayat pengurus FORKI Kota Baubau yang telah berakhir masa jabatan 2015 lalu. Keduanya tidak masuk dalam Kepengurusan FORKI Kota Baubau periode 2018-2023.

"Sesuai ADRT FORKI, kepengurusan 2015 itu sudah berakhir. Setelah berakhir ini kedua oknum ini, saudara Safiudin mengaku sebagai Binpres, melalui SK yang dibuat-buat. Yang lucunya waktu di Muskot mereka hadir, tetapi tidak mau ikut," kata Weldy, Kamis (13/09).

Weldy menjelaskan, SK versi Safiudin dan Rachmad Widayat N tanpa melalui mekanisme rapat FORKI, sementara kata Weldy, sesuai ADRT FORKI, keputusan tertinggi berada di Musyawarah FORKI tingkat Kabupaten/Kota (Muskot), dihadiri 50 + 1 jumlah anggota. Muskot yang dilaksanakan 19 Agustus 2018 dihadiri perwakilan empat Perguruan yakni Inkai, Inkado, Lemkari dan Gojukai.

"Saya undang acara Muskot, semua yang hadir ada surat mandat kepengurusan sesuai ADRT. Malahan saya tanya Safiudin dan Dayat mana mandat dari Inkanas, supaya jangan kita hanya mengklaim dari perguruan mana. Bahkan ada daftar hadirnya, dihadiri Ketua FORKI Sultra, untuk memastikan ini (Muskot, red) berjalan secara fair," jelasnya.

Melalui Muskot 19 Agustus 2018, pihaknya ingin menciptakan FORKI Kota Baubau yang sehat, dan melibatkan seluruh Perguruan. Tak seperti Kepengurusan FORKI Kota Baubau sebelumnya, yang hanya dikendalikan oleh Safiudin dan Rachmad Widayat N, tanpa melibatkan sejumlah Perguruan yang ada.

Weldy menambahkan, bila Kepengurusan FORKI Kota Baubau tak terbentuk hingga POR Prov Desember 2018, maka akan diambil alih oleh FORKI Sultra. Sehingga menurutnya, apa yang dilakukan Letkol Inf Davy Darma Putra, melaksanakan Muskot 19 Agustus 2018, merupakan salah satu langkah penyelamatan keberadaan FORKI di Kota Baubau.

"Justru Dandim 1413/Buton Letkol Inf Davy Darma Putra yang menyelamatkan kita semua. Dia yang membuat Muskot, karena dia adalah Ketua Ex Officio dan dia tidak bisa diganti," tegasnya. (* Prasetio/Red)
Telah dibaca 441 kali
Berita Terkait
Advertisement