Baubau
12-09-2018  00:02
Pengda Sultra Programkan Pengambil Alihan FORKI Baubau
Djafarudin
Ketua FORKI Baubau: Dayat Bukan Sekum, Kepengurusan 2018-2022 Sudah Terbentuk
BAUBAU, TRIBUN BUTON

SEKRETARIS Umum Forki Sultra Djafarudin menyatakan Pengda Sultra tidak mengeluarkan rekomendasi Muskot FORKI Kota Baubau. Kehadiran ketua harian dan penasehat di Kota Baubau karena ada undangan.

"Saya berbicara secara objektif saja tentang anggaran dasar rumah tangga, bahwa kami secara tertulis tidak mengeluarkan rekomendasi," via telepon, Senin 10 September 2018.

Forki Kota Baubau tidak memiliki kepengurusan sejak tahun 2015. Dan pada AD/ART diamanatkan setelah berakhirnya kepengurusan diberikan waktu tiga bulan kepengurusan lama untuk mengusung kepengurusan baru. Jika tidak dilaksanakan, maka akan diambil oleh Pengda Provinsi dengan memandatkan kepada seseorang yang dianggap mampu membentuk kepengurusan baru.

"Pada saat itu menjelang dua tahun berjalan tidak pernah juga dilaksanakan oleh pengurus yang lama dari provinsi, saya inikan baru ini, baru Febuari (Febuari 2018, red) baru keluar," jelasnya.

Sejauh ini pihaknya telah memprogramkan untuk pengambil alihan Forki Kota Baubau. Tetapi ada SK Koni Baubau namun belum ditandatangani karena Ketua Forki Sultra sedang berada di tanah suci. Ia menyatakan selama tidak ada pengklaiman SK maka pihaknya akan segera memproses.

Terkait langkah pengambil alihan kepengurusan Kota Baubau, saat ini pihaknya sementara membahas untuk melihat kemungkinan sambil menunggu kedatangan Ketua Forki Sultra dari tanah suci. "Endingnya ini nanti saat pak Danrem ( Ketua Forki Sultra, red) ada, kalau pak Danrem tiba tanggal 19, saya program secepatnya sebelum terakhir bulan ini," tutupnya.

Sekertatis Umum Forki Kota Baubau, La Ode Rachmad Widayat N SH, ia menilai pelaksanaan Muskot tidak sesuai ART Forki. Untuk itu ia berharap Pengda Sultra dapat mengambil alih kepengurusan Forki Kota Baubau.

"Saya berharap agar Pengda Sultra, untuk mengambil alih kepengurusan Forki Di Baubau," kata Dayat saat konfrensi Pers, Senin 10 September 2018.

Ia menilai, Muskot yang dilaksanakan beberapa waktu lalu tidak sesuai ART Forki. Pasalnya hanya dihadiri oleh dua perguaruan yang telah memiliki SK Pengda Sultra sementara dua perguruan lainnya yang juga hadir yakni, Shotokai dan Gojukai belum memiliki SK dari Pengda Sultra.

Ketua Forki Kota Baubau Letkol INF Davy Darma Putra, memberikan keterangan via whatsapp. Dia meminta untuk tidak disalah persepsi, karena Dayat bukan Sekum Forki Baubau. Menurut dia, kepengurusan Forki 2018-2022 sudah terbentuk tinggal tandatangan SK pelantikan.

"Atas nama perguruan juga tidak. Lebih tepatnya atas nama perorangan karena perguruan Inkanas juga sudah masuk dalam kepengurusan yang sekarang," tulisnya.(*/PRASETIO)
Telah dibaca 234 kali
Berita Terkait
Advertisement