Baubau
06-09-2018  16:36
Muskot FORKI Baubau Diduga Melanggar ART
Sekretaris Umum FORKI Kota Baubau La Ode Rachmad Widayat N SH
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Pelaksanaan Musyawarah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) tingkat Kota Baubau yang dilaksanakan beberapa waktu lalu diduga melanggar Anggaran Rumah Tangga (ART) FORKI.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Umum FORKI Kota Baubau La Ode Rachmad Widayat N SH, Kamis (06/09).

"Kami menyampaikan kepada KONI Baubau agar tidak memberikan rekomendasi kepada pengurus FORKI yang melaksanakan Muskot pada hari Minggu tanggal 19 Agustus bertempat di Metro," kata Rachmad Widayat.

Pria yang akrab disapa Dayat ini menilai, alasan agar KONI tak memberi rekomendasi kepada Pengurus FORKI yang telah melaksanakan Muskot tersebut sangat beralasan, Pasalnya peserta Muskot FORKI tersebut hanya dihadiri oleh LEMKARI, dan INKAI. Sementara, perguruan INKANAS, INKADO dan KKI tidak hadir. Ironis, Muskot tetap dilaksanakan, sehingga melanggar ART FORKI Pasal 19 ayat 1.

"Peserta yang hadir yaitu LEMKARI dan INKAI, sedangkan SHOTOKAI dan GOJUKAI adalah Perguruan yang belum memiliki SK Kepengurusan, dari Pengda Sultra," ucapnya.

Dalam ART FORKI Pasal 1 ayat 1, jelas dinyatakan bahwa, peserta musyawarah Kabupaten/Kota adalah para Ketua Umum Perguruan Kabupaten/Kota, atau anggota, pengurus Perguruan tersebut, dan telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum Perguruan. Jumlah peserta tiap perguruan diatur oleh pengurus FORKI Kabupaten/ Kota," jelasnya.

Selain itu juga, Muskot tersebut dinilainya telah melanggar Pasal 19 ayat 6, bahwa pelaksanaan Muskab/Kota harus mendapat rekomendasi dari KONI Provinsi daerah setempat. Sementara Muskot yang telah dilaksanakan belum mendapat rekomendasi dari KONI Provinsi, namun tetap dilaksanakan.

Pihaknya sendiri merupakan pengurus FORKI Kota Baubau, telah mendapat rekomendasi dari KONI Kota Baubau, dan didukung oleh surat rekomendasi dari FORKI Pengda Sultra.

"SK sudah ada tinggal menunggu tandatangan Ketua Umum FORKI Pengda Sultra yang masih menunaikan ibadah Haji," tutupnya.

Untuk diketahui pihaknya sendiri kata Dayat, telah mengikuti perlombaan dan menyumbangkan medali Emas, Perak dan Perunggu diberbagai event, baik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi bahkan di tingkat Nasional, sejak tahun 2010. (* Prasetio)
Telah dibaca 285 kali
Berita Terkait
Advertisement