Baubau
03-09-2018  21:44
Tiga Media Online Tidak Berimbang Beritakan Kasus Umroh UM Buton
Suriadi SP MM
BAUBAU, TRIBUN BUTON
TIGA media online di Kota Baubau dinilai tidak profesional dalam menyuguhkan berita seputar dugaan penggelapan dana umroh di Univeristas Mihammadiyah (UM-Buton). Berita tersebut dinilai sebagai hasil interpretasi sesat dan tidak cover boht side (tidak berimbang, red).

Rektor UM Buton, Suriadi SP MM melalui press rilis yang disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum UM Buton, Safrin Salam SH MH, menjelaskan Rektor UM Buton diserang dengan berita hoax yang menghakimi. Padahal umroh di seputaran kampus justru merupakan prestasi dan kinerja yang perlu mendapat apresiasi.

"The judgement media (Penghakiman Media) terhadap prestasi dan kinerja Rekor UM Buton salah satunya adalah berita tentang dugaan penggelapan dana umroh yang didasarkan pada intrepetasi sesat atas temuan hasil audit LPPK Tahun 2016 UM Buton," jelasnya, Minggu 2 September 2018.

Dijelaskan, media tersebut memberitakan hanya sepihak tanpa konfirmasi ke pihak UM Buton mengenai kasus dugaan penggelapan dana Umroh. Berita tersebut tidak bertanggung jawab dan merusak marwah UM Buton.

Bahwa terkait dengan kasus a quo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) melalui surat Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah No.314/I.3/D/2016 menerangkan hasil audit LPPK/2016. Bahwa tidak ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan keuangan UM Buton.

Surat ini menegaskan bahwa dugaan penggelapan dana umroh secara internal tidak bermasalah dan tidak melanggar hukum. Penegasan ini sejalan dengan surat yang diterbitkan oleh Kejaksaan Negeri Baubau Nomor : B-762/R.3.11/Epp.1/04/2018 tertanggal 30 April 2018 yang ditujukan kepada Kapolres Baubau yang menegaskan bahwa kasus penggelapan dana umroh secara formil maupun materil tidak memenuhi unsur pidana.(YHD)
Telah dibaca 326 kali
Berita Terkait
Advertisement