Buton
25-07-2018  14:10
Dinkes Buton Hentikan Penyaluran Obat Penambah Darah Pada Pelajar
Puluhan pelajar dilarikan ke UGD RSUD Pasarwajo setelah mengkonsumsi obat program dari Dinkes Buton. FOTO: ALYAKIN/TRIBUN BUTON
PASARWAJO, TRIBUN BUTON
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terpaksa menghentikan sementara penyaluran Obat jenis FE (Penambah Darah) terhadap siswi. Kebijakan ini dilakukan pasca dilarikannya puluhan pelajar ke UGD RSUD Pasarwajo setelah mengkonsumsi obat.

"Sementara dihentikan, FE Atau penambah dara, vitamin," Kata Kepala Dinas Kesehatan H Sumardi Ketika dikonfirmasi Tribunbuton.com Rabu (25/07)

Lebih lanjut dikatakan, dihentikan sementara pemberian obat terhadap siswi karena pihak Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas bakal melakukan rapat untuk melakukan evaluasi dan Obat jenis FE atau penambah Darah itu diberikan pada Usia remaja 12-18 Tahun, dan tidak ada untuk laki laki sebab tidak ada yang menstruasi

"Besok rapat seluruh Puskesmas untuk evaluasi, dari masing masing wilayah, tapi yang jelas itu sudah banyak dan tidak ada kejadian apa apa," katanya

Kata dia, pembagian obat dibeberapa tempat itu sudah terjadi, dan tidak terjadi apa apa dan kegiatan ini merupakan program nasional sehingga kita harus laksanakan. Hanya saja efek sampingnya itu obat diminum itu terasa mual-mual dan muntah.

"Maksud dan tujuan pemberian obat itu, untuk meningkatkan status gizi remaja putri, sehingga untuk memutuskan mata rantai terjadinya tanting, Untuk meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh, sebagian prostal untuk menyiapkan generasi sehat, produktif," jelasnya

Sumardi menambahkan, untuk biaya pengobatan Siswa Madrasah tsanawiyah (MTs) Buton dan siswi SMK Bahkti Kesehatan Buton yang masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Buton.

"Berkaitan pembiayaan, seluruh siswi yang masuk itu di gratiskan semua, yang tanggung jawab pemerintah Kabupaten Buton," tutupnya.(ALYAKIN)
Telah dibaca 259 kali
Berita Terkait
Advertisement