Buton Utara
22-05-2018  12:58
Gedung Rapat DPRD Butur Memprihatinkan
BURANGA, TRIBUNBUTON
Kondisi ruangan gedung yang sering digunakan untuk rapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Utara (Butur) sangat memprihatinkan.

Di setiap pojok gedung terlihat besi penopang plafon gypsum sedikt lagi roboh kelantai. Diduga adanya kebocoran atap merembes ke plafon, sehingga tidak mampu menahan beban berat.

Pembagunan gedung DPRD ini telah menelan anggaran Rp 12 Miliar dikerjakan PT Bone Sultra tahun 2012-2014 dengan proses tender tiga tahapan penganggaran.

Menangapi hal itu, Plt Sekwan DPRD Butur La Nita mengatakan, sebetulnya kemarin sudah dianggarkan tetapi di nolkan. "Begitu di nolkan sama sekali tidak ada anggaran, karena anggaran untuk plafon itu tidak bisa cuma seratus juta minimal anggaranya dua ratu juta karena rusak parah," katanya.

Ia menjelaskan, kerusakan itu disebabkan atap mengalami kebocoran sehingga merembes keplafon. "Air yang menetes kebawah sehingga merusak semua, jadi harus perbaiki dulu sambungan atapnya, walupun juga direhab kalu di atas tidak diperbaiki akan terjadi begitu lagi, "ungkap La Nita di ruang kerjanya, Senin (21/5).

Kabag Pengawasan dan Penganggaran Sekertariat DPRD Butur ini menambahkan, hal ini tentunya tukang yang mengerjakan tidak profesional. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa, anggaranya ditiadakan dan saya suda laporkan sama ketua untuk diprioritaskan, karena memalukan sekali menjadi tontonan saat digunakan rapat," sebutnya.(DARMAWAN)
Telah dibaca 58 kali
Berita Terkait
Advertisement