Wakatobi
08-05-2018  07:11
Rekonstruksi Tewasnya YT, 30 Adegan Diperagakan Tersangka
WAKATOBI, Tribunbuton.com
Rekonstruksi tewasnya YT digelar di pelataran kantor Polres Wakatobi, Senin (7/5). Korban yang masih remaja ini ditemukan tak bernyawa di sekitar lahan kebun di Desa Liya Togo Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.

Dengan pengawalan ketat, tersangka La Maulidi (33) memeragakan 30 adegan, hingga korban yang masih duduk dibangku kelas X salah satu SMA di Wakatobi ini meregang nyawa. Sebelum dibunuh, korban awalnya mendapatkan tindak kekerasan fisik serta pemerkosaan secara paksa, yang mengakibatkan korban pingsan dan tidak sadarkan diri.

Tersangka menggauli tubuh korban yang sudah tidak berdaya. Usai melakukan hasrat birahinya, tersangka langsung membuang YT sekitar 300 meter ke dalam hutan dekat kebun warga.

Tersangka sempat meninggalkan korban selama beberapa menit, dan kembali dengan membawa tali dan mengikatkannya ke tangan korban. Tak sampai disitu, takut perbuatan bejatnya terungkap, korban disumpal mulut dan hidungnya menggunakan celana sampai kehabisan napas.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi Iptu Cucu Sutarman mengungkapkan, rekonstruksi ini digelar untuk melihat gambaran kejadian di TKP.

"Kita kembalikan keposisi kejadian dilapangan. Makanya kita suruh tersangka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai fakta kejadian yang terjadi terhadap korban," ungkapnya usai rekonstruksi.

Kata cucu, rekonstruksi tersebut sesuai pengakuan tersangka, 90 persen kejadian, perlakuan tersangka terhadap korban. Lanjut Cucut, dari hasil reka adegan, dipastikan perbuatan tersangka tidak ada unsur perencanaan.

"Sejauh ini, perbuatan tersangka tidak ada unsur perencanaan sebelumnya," katanya.

Alasan rekonstruksi tidak digelar langsung di TKP, mengantisipasi kemungkinan serangan keluarga korban kepada tersangka.

"Karena kita menjaga kondisi kemungkinan hal-hal tidak diinginkan," tutupnya.

Sebelumnya, jasad korban YT ditemukan warga Desa Liya di hutan dekat kebun dalam kondisi mengenaskan pada 10 April lalu.

Tersangka dijerat Undang-Undang tindak pidana kejahatan terhadap anak, pasal 81 ayat (1) Jo pasal 76 D dan pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76 C 7 Undang-Undang perlindungan anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun, dan denda maksimal Rp 5 Miliyar. Aniaya anak ancaman pidana maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliyar Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak. (# La Ode Samsudin)
Telah dibaca 66 kali
Berita Terkait
Advertisement