Baubau
04-05-2018  17:58
Warga Napano Kusambi Tolak Perusahaan Jati Nuklir
Aksi damai ratusan warga Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat menolak beroperasinya PT Sele Raya Agri
LAWORO,tribunbuton.com
Ratusan warga Kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar aksi damai, mendeklarasikan penolakan beroperasinya Perusahaan pengolahan Jati Nuklir PT Sele Raya Agri. Warga menilai, masuknya Perusahaan tersebut dapat menghilangkan dan memutus rantai perekonomian masyarakat, setempat yang notabene sebagai petani.

"Warga Napano Kusambi terancam kehilangan lahan pertanian, karena semua lahan warga akan dimanfaatkan untuk penanaman jati nuklir tersebut," jelas Langkumae, tokoh masyarakat Napano Kusambi, saat aksi damai di Lapangan Lahaji Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi, Jumat (4/5/).

Langkumahe juga menilai, masuknya PT Sele Raya Agri di Napano Kusambi tidak akan memberi nilai ekonomi yang lebih bagi warga sekitar, karena proses pengolahan memakan waktu delapan sampai 10 tahun.

"Ini hanya menguntungkan pihak perusahaan dan pihak Pemerintah setempat, masyarakat disini hanya dimanfaatkan, dan mereka akan kehilangan lahan perkebunan selama 8 sampai 10 tahun",tuturnya.

Ia menduga, masuknya perusahaan tersebut tidak prosedural, karena tidak melalui sosialisasi tingkat Kecamatan dan tingkat Desa.

"Kita tidak tau seperti apa analogi pemerintah setempat melihat persoalan ini. Kenapa PT Sele Raya Agri langsung melakukan aktivitas tanpa sepengetahuan masyarakat. Kalau misalnya hitungan pemerintah dapat menguntungkan masyarakat kenapa tidak disampaikan melalui sosialisasi," urainya.

Aneh kata dia, dan patut diduga ada kepentingan lain dengan masuknya Perusahaan tersebut.

Di tempat yang sama Laode Isman selaku tokoh Pemuda yang menginisiasi pergerakan tersebut menolak dengan tegas masuknya Perusahaan Jati Nuklir. Pihaknya juga akan menutup ruang-ruang diskusi terkait persoalan ini.
Selain itu pihaknya juga akan terus bergerak dan mendesak DPRD Mubar untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah terkait izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu.

Menanggapi hal tersebut, Camat Napano Kusambi La Rusia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah persuasif dengan masyarakat terkait masuknya perusahaan PT Sele Raya Agri.Menurutnya, masuknya perusahaan Jati Nuklir tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Yang jadi persoalan adalah masyarakat tidak mau sabar. Mereka hanya berpikir instan dan tidak memikirkan masa depan," tuturnya.

Camat Napano Kusambi juga mengakui langkah PT sele Raya Agri terlalu cepat melakukan aktivitas.Seharusnya terlebih dahulu melakukan sosialisasi ditingkat Kecamatan dan tingkat Desa, sehingga masyarakat mendapat gambaran dan pemahaman terkait program tersebut.

"Harusnya mereka mengikuti arahan dari pemda pada saat sosialisasi tingkat Kabupaten. Disitu diarahkan agar terlebih dahulu melakukan sosialisasi di masyarakat sebelum melakukan aktiviitas di lapangan," terangnya.

Untuk diketahui, luas lahan yang akan digunakan untuk penanaman jati nuklir tersebut di perkirakan sekitar 3000 hektar, yang tersebar di Kecamatan Kusambi, dua Desa, dan Kecamatan Napano Kusambi tersebar 5 desa.

Terkait langkah teknis, pihaknya juga belum mengetahui persis seperti apa pembagian hasil, namun berdasarkan informasi bahwa bagian masyarakat 12 persen dari hasil panen. (# La Ode Safarudin)
Telah dibaca 71 kali
Berita Terkait
Advertisement