Sulawesi Tenggara
24-04-2018  19:48
Sultra Tenun Karnafal, Butur Tampilkan Putri Wakawondu
Putri Wakawondu saat melintas di panggung utama Halo Sultra. FOTO: DARMAWAN/WWW.TRIBUNBUTON.COM
KENDARI, TRIBUN BUTON,
Kabupaten Buton Utara (Butur) menampilkan Putri Wakawondu pada ifen Sultra Tenun Karnafal di Hari Ulang Tahun Sulawesi Tenggara ke 54, 2018.

Sultra Tenun Karnafal Halo Sultra diikuti 17 kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara (Sultra) digalar di area pelataran tugu religi Sultra panggung utama Halo Sultra Kendari, Selasa (24/4). Pantauan TRIBUN BUTON (www.tribunbuton.com) pada ifen tahun ini, kontingen Butur mengtus 150 orang. Terdiri dari kepala dinas dan staf lingkup Pemda Butur. Kegiatan tersebut penanggung jawab ketua penggerak PKK Buton Utara Dra. Siti Rabiah Abu Hasan, dan pimpinan Kontingen Kadis Pariwisata Buton Utara Harlin Hari.

Pada ifen itu Butur mengsung tema, "Putri Wakawodu Sebagai Kabupaten Organik", dalam arti di mana Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten yang subur, tanah berbatu dan berbukit. Kondisi itu menjadikan Buton Utara sebagai daerah potensial untuk tanaman padi organik.

Padi organik yang sangat populer saat ini adalah bersa wakawondu karena memiliki ciri khas berbau buahnya berwarna merah tahan terhadap kekeringan dan hama penyakit.

Oleh karena itu, pada ifen ini Buton Utara tetap menonjolkan pembagunan derah disektor pertanian dengan menampilkan aikon Putri Wakawondu dengan menggunakan pakaian sentuhan tenunan Kasopa Giu-giu sebagai bentuk kearifan lokal budaya dan tradisi Buton Utara.

Putri wakawondu adalah nama yang diangkat dari dua nama yang takterpisahkan, putri artinya sosok perempuan yang bermartabat Buton Utara, sedang wakawondu adalah spesies padi yang
Telah dibaca 28 kali
Berita Terkait
Advertisement