Sulawesi Tenggara
12-04-2018  08:16
Tumpukan Pelanggaran PT BIS
KENDARI, tribunbuton.com - Pendiri LBH Buton Raya, Erwin Usman membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran dibalik beroperasinya PT Bumi Inti Sulawesi (BIS) di Kota Baubau. Mantan aktivis lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) ini juga menyebutkan sederet nama figur tersohor yang diduga terlibat dalam memuluskan aktivitas PT BIS.
Kata Erwin Usman,
PT BIS diduga melanggar Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 Tentang Kehutanan, khususnya Pasal 38 ayat 3, Pasal 50 ayat (3) Huruf (a,b,c,d,e), Pasal 78 ayat (2,3,5,14). Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Jo Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 tahun 2008 Tentang Tata Ruang Wilayah Nasional.

Juga diduga melanggar Permenhut Nomor P.43-Menhut-II-2008 Tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan. Peraturan Daerah (Perda) Kota Baubau Nomor 02 Tahun 2004 Tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan. Peraturan Daerah (Perda) Kota Baubau Nomor 02 Tahun 2004 Tent
ang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bau-Bau, khususnya Pasal 7 ayat 2 huruf (e) dan (f).

Erwin merunut, 30 September 2011 Polda Sultra
melalui Dit Reskrimsus Kombes Pol Drs Nurfallah, SH, NRP. 6411059 melayangkan surat balasan kepada Direktur WALHI Sultra dengan Nomor: B/145/IX/2011/Dit Reskrimsus, perihal hasil pengecekan lokasi IUP PT. BIS di Kecamatan Sorawolio dan Kecamatan Bungi Kota Baubau. Pada point (f) menyatakan bahwa, lokasi IUP PT.BIS di Kecamatan Sorawolio Kota Baubau diduga masuk dalam kawasan, untuk itu perlu pendalaman lidik dan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Sultra dan Biphut Sultra.
Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum juga terungkap.

Pada 18 Mei 2016, Front Rakyat Anti Tambang melalui LBH Buton Raya kembali mengirimkan Surat kepada Polda Sultra Nomor: 052/B/LBHBR/V/2016, perihal permintaan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) atas laporan tindak pidana kehutanan yang diduga dilakukan PT BIS.

Ia menyayangkan, hingga kini, sudah berganti beberapa Kapolda Sultra, kasus ini tak kunjung tuntas. (lam)
Telah dibaca 37 kali
Berita Terkait
Advertisement