Nasional
06-04-2018  16:25
Waah... KPU Bakal Coret Calon Kepala Daerah Tersangka?
JAKARTA, tribunbuton.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan persetujuan kepada DPR RI tentang perubahan Peraturan KPU (PKPU) untuk penggantian calon r kepala daerah yang berstatus tersangka. Hal ini ditegaskan Ketua KPU Arif Budiman, yang mengatakan, pada intinya KPU telah siap mencoret nama-nama calon kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dilansir dari iNews.id, usulan KPU ini disampaikan ke DPR RI dalam bentuk perubahan PKPU.
KPU berharap bisa mendiskualifikasi calon kepala daerah tersangka sebelum pencoblosan Pilkada pada Juni 2018 mendatang.

Masih dari iNews.id, KPU baru bisa melakukan diskualifikasi jika sudah diatur dalam PKPU.

“Jadi dalam pencoblosan nanti memungkinkan pemilih untuk mendapatkan kepala daerah yang bersih dan berintegritas,” ungkap Arif Budiman di Jakarta, Senin (2/4/2018), dikutib dari iNews.id.

Menurut dia, Undang-Undang hanya mengatur calon kepala daerah untuk mundur setelah status hukumnya berkekuatan tetap. Namun, sangat merugikan pemilih yang tidak mendapatkan pemimpin yang bersih dan berintegritas.

Arif mengakui, jumlah kepala daerah yang terjerat hukum secara statistik memang sedikit, yakni kurang dari satu persen peserta pilkada. Namun, ekses negatif yang ditimbulkan kepercayaan publik terhadap hasil Pilkada sangat merosot.

Hal ini juga odikhawatirkan akan mempengaruhi partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018. Atas pertimbangan tersebut, KPU berharap DPR menyetujui PKPU yang mengatur pencoretan calon kepala daerah yang tersandung kasus hukum.

Masih lansiran dari iNews. id, sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai PKPU lebih baik daripada Perppu untuk payung hukum penggantian calon kepala daerah yang bermasalah. PKPU lebih tepat diterapkan dalam kondisi saat ini di mana banyak calon kepala daerah menjadi tersangka dugaan kasus korupsi. (red)
Telah dibaca 332 kali
Berita Terkait
Advertisement