Buton Utara
04-02-2018  16:48
OJK Sultra Gelar Edukasi Keuangan di Butur
Pihak Asuransi Jasindo menyerahkan secara simbolis asuransi nelayan kepada Bupati Butur, Abu Hasan. Foto: Darmawan/tb.com
BURANGA, tribunbuton.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar edukasi keuangan bagi komunitas nelayan. Kegiatan bertema "Waspada Investasi Illegal Cerdas Berinvestasi" di Desa Banu-Banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Minggu (4/2).
Acara dibuka Bupati Buton Utara, Abu Hasan dan dihadiri Plt Kepala OJK Sultra, Mohamad Fredly Nasution. Turut hadir beberapa pimpinan OPD lingkup Pemda Butur, pimpinan dan karyawan perbankan Butur, perwakilan BI Sultra, perwakilan Polda Sultra, serta masyarakat Desa Banu-Banua Jaya. Usai pembukaan, selanjutnya dirangkaikan dengan pembagian kartu asuransi nelayan dari Asuransi Jasindo secara simbolis diserahkan kepada Bupati Butur, Abu Hasan.

Dalam sambutanya, Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengapresiasi OJK Sultra telah memilih daerah Buton Utara sebagai menyelenggarakan edukasi keuangan. Ia menyadari, masih banyak masyarakat mudah tergiur menginvestasikan hartanya pada lembaga tertentu dengan embel-embel mendapatkan keuntungan belipat ganda, tanpa mengenali secara detail lembaga itu.

Sementara itu, Plt Kepala OJK Sultra, Mohamad Fredly Nasution menuturkan, tingkat literasi di Sultra baru mencapi angka 26 persen warga yang memahami produk-produk jasa keuangan, walapun 60 persen masyarakat sudah memiliki akses kelembaga jasa keuangan.

"Saya yakin yang hadir sudah mendapatkan layanan keuangan, seperti tabungan, kredit dari perbangkan atau lembaga keuangan lainnya. OJK Sultra menargetkan tahun 2019 tingkat inklusi keuangan harus mencapai 75 persen," ujar Mohamad Fredly Nasution.

Ia berharap, kepada masyarakat Desa Banu-Banua Jasa dapat memanfaatkan lembaga keuangan dalam upaya kesejahteraan dan menghimbau agar masyarakat teliti dalam berinvestasi.

"Sudahnya banyak lembaga-lembaga kegiatan investasi diblack list dan diumumkan kepada masyarakat. Bahkan, kami telah teruskan kepenegak hukum. Beberapa waktu lalu, di Kabupaten Muna kami pernah mendengar ada kegiatan investasi dana berupa swiss cash itu telah menimbulkan kerugian tak sedikit bagi masyarkaty di daerah itu," jelasnya.

Olehnya itu, OJK Sultra mengambil peran mengudakasi masyarakat mengenal mana inverstasi yang sesungguhnya dan mana bodong.(*)

Oleh: Darmawan
Editor: Yuhandri Hardiman
Telah dibaca 192 kali
Berita Terkait
Advertisement