Buton Selatan
03-01-2018  19:12
Semangat HAB ke-72, Misi Kemenag Tebarkan Kedamaian
Asisten II H Ibrahim sebagai Inspektur Upacara sedang membacakan sambutan Kemenag RI di lapangan Lakarda. Foto: Amirul/tb.com
BATAUGA, tribunbuton.com - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) RI ke-72 tingkat Kabupaten Busel di Lapangan Lakarada, Rabu (3/1). Peringatan HAB tersebut mengandung nilai, agar jajaran di lingkup Kementerian Agama khususnya Kemenag Kabupaten Buton Selatan untuk tetap semangat dalam menebarkan kedamaian
Bupati Busel Agus Feisal Hidayat diwakili Asisten II H Ibrahim menyampaikan sambutan Menteri Agama, agar jajaran di lingkungan Kemenag Kabupaten Busel terus bekerja penuh tanggung jawab, profesional dan menjaga lingkungan kerja yang bersih serta jauh dari perbuatan korupsi

“Kepada seluruh jajaran keluarga besar Kementerian Agama di mana pun saudara-saudara bertugas, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Amal Bakti ke-72. Semoga pengabdian kita semua selalu mendapat ridha Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya

Lanjutnya, peringatan HAB merupakan hari yang membanggakan bagi keluarga besar Kemenag. Sejarah mencatat pada 3 Januari 1946, Kemenag resmi berdiri sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan.

"Pada hari itu pula Indonesia mengukuhkan sebagai negara yang pertama kali memiliki kementerian di bidang agama. Kementerian Agama hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama menyertai denyut nadi kebangsaan kita," tuturnya

Kemenag juga bertugas sebagai pengawal dasar negara yaitu Pancasila, yang mengadung nilai-nilai agama dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Mulai dari Sila pertama yakni
Ketuhanan Yang Maha Esa adalah jantung kebangsaan, tempat bertemunya semangat beragama dan cinta Tanah Air. Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab berintikan ajaran universal semua agama dalam menghargai jiwa, kehormatan, dan kehidupan setiap
manusia. Sila ketiga, Persatuan Indonesia bermakna ikatan bangsa yang merajut keberagaman dan keberagamaan masyarakat Indonesia.

Lanjutnya, pada Sila keempat yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan mewujud pada sistem demokrasi yang khas Indonesia.
Sila kelima, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia diterjemahkan dalam kebijakan menggerakkan segenap sumberdaya demi perbaikan nasib dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan melihat begitu pentingnya tugas itu, maka pada setiap diri aparatur Kemenag melekat beberapa misi yang saling terkait. Misi itu yakni mengayomi bangsa untuk mendekatkan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan
keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antarumat beragama

"Pada kekinian, tugas itu semakin berat tantangannya karena kita menghadapi zaman yang
cepat berubah. Kita berada dalam lingkup masyarakat lebih luas yang meliputi warga global
hingga generasi digital. Tuntutan publik terhadap kita semakin tinggi, terbuka, dan spontan.
Diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap Kementerian Agama," paparnya.

Dengan memgajak seluruh jajaran Kantor Kemenag Busel agar bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Olehnya itu,
fokus perhatian ini bukan sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun tetapi harus selaras dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat bermanfaat secara optimal

"Di sisi lain, juga harus giat berinovasi agar lembaga kita terasa kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Karenanya, itu diharapkan tahun ini semua layanan di
pusat dan daerah sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai implementasi e-Government," jelasnya

Pada usia yang ke-72, Kemenag sukses menorehkan sejumlah prestasi. Misalnya
dibidang tata kelola, mendapat opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi. Dibidang pelayanan haji, indeks kepuasan jemaah haji terus meningkat. lndeks kerukunan beragama berada dalam angka positif. Begitu pula dengan pelayanan nikah di KUA. Juga kenaikan pada standar mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi.

Selain itu, Kemenag dinilai sebagai penyumbang PNBP terbesar, pelapor LHKPN
terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). lni menunjukkan Kemenag telah mampu berransformasi melalui sistem yang baik. Namun,
hal ini harus segera diimbangi dengan perubahan mental, cara berpikir, dan budaya kerja yang baik.

Selain itu, prinsip Bersih dan Melayani harus senantiasa dijunjung tinggi. Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama tahun 2018 mengambil tema: “Tebarkan Kedamaian”. Tema ini dipilih .


Peliput: Amirul
Telah dibaca 167 kali
Berita Terkait
Advertisement