Wakatobi
07-12-2017  06:30
Kecam Aksi Tandingan Aktivis Pro Kampus, Ini Ungkapan Ketua Cabang PMII Wakatobi
Mardana
Wakatobi tribunbuton.com - Aksi demonstrasi yang di lakukan Aliansi Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan se-Wakatobi menindak lanjuti aksi anarkisme yang mengakibatkan penganiayaan terhadap dua orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam di hadang aksi tandingan dari mahasiswa dan aktivis pro kampus di depan Kampus STAI Wakatobi, Rabu (6/12/2017).

Hal tersebut menuai kecaman kalangan aktivis dari berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Wakatobi di antaranya dari Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Wakatobi.

Di temuai usai aksi, Ketua Cabang PMII Wakatobi, Mardana, mengecam keras tindakan aksi tandingan yang di lakukan segelintir mahasiswa STAI Wakatobi dan beberapa aktivis yang memihak pada pengelola kampus.

Menurut dana, sapaan akrab mardana pemasungan kebebasan terhadap mahasiswa oleh kebijakan kampus adalah otoriter juga tindakan melawan undang - undang dan dengan adanya aksi tandingan telah menciderai nama baik dan solidaritas aktivis karena aksi tersebut di duga syarat akan kepentingan.

"miris ketika mahasiswa melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk kekecewaan atas kebijakan kampus, bukan respon positif yang didapat tapi malah tindakan premanisme yang brutal oleh oknum pol pp dan terindikasi menganiaya Peserta aksi. Kami pmii cabang wakatobi mengecam tindakan anarkis tersebut," ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Wakatobi agar mengusut tuntas perbuatan anarkis tersebut sesuai aturan perundang undangan yang berlaku.

"kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap rekan kami dan kepada semua rekan - rekan aktivis mari kita kawal proses ini dengan baik jangan sampai solidaritas kita di porak porandakan oleh oknum yang menjual idealisme. " sambung mardana.

Menutup pernyataanya mardana menitipkan pesan kepada seluruh aktivis Wakatobi untuk terus berjuang demi keadilan.


Semangat pejuang Demokrasi, walau sedikit tercoreng oleh oknum - oknum aktifis pelacur yang masih menjadikan kantung sebagai kiblat gerakan, mereka berteriak atas nama demokrasi dan keadilan tapi disusupi kepentingan pragmatis karena nafsu yang telah melampaui logika, Ayo lawan para aktivis nasi bungkus yang membuat aksi tandingan dengan membela kebijakan otoriter kampus." tutupnya.

Penulis : Risnawati
Telah dibaca 261 kali
Berita Terkait
Advertisement