Buton Tengah
29-11-2017  13:30
Pilkades Serentak di Buteng Diduga Jadi Ajang Perjudian
Salah satu TPS sedang mengihung suara pada Pilkades Buteng. Alan/tb.com
LABUNGKARI, tribunbuton.com – Pemilihan Kepala Desa serentak pertama di Kabupaten Buton Tengah, yang dilaksanakan pada hari selasa kemarin, (28/11), diduga menjadi ajang perjudian. Sebanyak 54 calon kepala desa (cakades) ikut meramaikan kontektasi pilkades tersebut yang digelar di 16 desa dari 6 kecamatan.
Berdasarkan pantauan dilapangan, pelaksanaan pilkades tersebut hingga usai perhitungan memang cukup berjalan dengan lancar aman dan kondusif tapi dilain sisi menjadi ajang perjudian dan menjamur hampir disetiap desa, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Mawasangka.

“Uang taruhannya sudah dikumpulkan sejak malam hari, saya sempat ditawarkan tapi saya tidak mau,” tutur salah satu warga desa yang sempat ditawarkan untuk berpartisipasi dalam perjudian itu.

Menurutnya, sejak kemarin ia ditawarkan ikut bertaruh dengan mendukung salah satu calon tapi dirinya menolak karena uang taruhannya sangat besar hingga mencapai Rp 10 juta.

Selain itu, demi memenangkan salah seorang cakades, para penjudi juga rela mengeluarkan uang tambahan diluar taruhan baik itu untuk sebagai bujukan agar mencoblos cakades yang dijagokan, ada juga dijadikan bujukan untuk membatalkan suarannya. “Para penjudi itu langsung mendatangi rumah ke rumah, uang yang dibagikan bervariasi ada untuk membujuk mendukung cakadesnya, adapula harga untuk membatalkan suarannya,” bebernya.

Berdasarkan penelusuran tribunbuton.com, perjudian juga diduga terjadi di desa Lalibo Kecamatan Mawasangka Tengah pukul 12.30 Wita, salah seorang berani terang-terangan mencari lawannya ditengah kerumunan yang menunggu proses perhitungan. Ia berani melawan dengan menggandakan taruhannya, sebesar Rp 1 juta lawan Rp 2 juta.

Peliput : Alan
Telah dibaca 184 kali
Berita Terkait
Advertisement