Baubau
28-09-2017  18:12
Penggalian Peti Emas Peninggalan Jepang, Menunggu Izin Presiden
Ilustrasi Harta karun Jepang ditemukan di Bogor. Foto ist www.tribunbuton
BAUBAU, tribunbuton.com - Penggalian ratusan peti emas batangan peninggalan tentara jepang (Heiho) yang disembunyikan tinggal menunggu keputusan Presiden RI Joko Widodo.
Mengenai titik koordinat harta peninggalan tentara jepang itu telah diketahui persis lokasinya dan masih dalam keadaan utuh dan masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Kita masih sangat yakin jika didalam tanah itu masih tersimpan harta peninggalan jepang, soalnya titik koordinatnya belum tersentuh tangan manusia dan sudah masuk wilayah hutan lindung," . Demikian yang di utarakan LN saat tribunbuton.com bertandang ke kediamannya, Rabu(27/09/07).

Untuk itu, ia telah melayangkan surat ke Sekretariat Negara (Setneg) dan diterima oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan Negara dengan nomor surat 24710/MS/09/2017, pada tanggal 12 September lalu. Kini pihaknya tinggal menunggu izin dari Presiden RI mengenai penggalian harta tersebut.

Alasan LN tidak menggali sendiri harta peninggalan jepang tersebut dikarenakan seluruh kekayaan yang terkandung dalam perut bumi merupakan milik negara dan bukan sepenuhnya milik masyarakat. Selain itu, lokasi harta ditanam pada kedalaman yang cukup dalam dan memerlukan waktu yang sangat lama jika menggunakan alat seadanya, terlebih harus menghancurkan cor besi buatan jepang.

"Saya bersama beberapa teman ke Jakarta tanggal 12 September kemarin dan membawa langsung surat dengan perihal meminta petunjuk atas harta peninggalan jepang kepada presiden dengan nomor surat 24710/MS/09/2017," akunya.

Ia berharap ditemukannya harta peninggalan sejarah ini bisa bermanfaat bagi pribadi dan negara dan bangsa. Menurutnya, harta itu jika di rupiahkan sangatlah fantastis, pasalnya harta yang ada didalam terowongan buatan jepang itu meliputi ratusan peti emas batangan, samurai roll, samurai selendang dan ribuan pucuk senjata laras panjang dan pendek.

Untuk koordinat tempat harta itu belum dapat di beritahukan dengan berbagai pertimbangan. LN mengaku jika tempatnya tidak dirahasiakan akan muncul orang-orang tidak bertanggung jawab yang akan melakukan bebagai cara agar memiliki harta tersebut. (*)

Oleh: Fardhyn
Telah dibaca 432 kali
Berita Terkait
Advertisement