Wakatobi
12-09-2017  18:13
Jamaah Haji Wakatobi Naik Kapal Berdasarkan Kesepakatan
Drs H Zulyakin
WAKATOBI, tribunbuton.com - Jemaah haji (JH) kloter 21 asal Kabupaten Wakatobi akan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar 26 September. Diperkirakan tiba di Wakatobi tanggal 28 September 2017 menggunakan kapal dari Kota Kendari.
"Kalau tiba di Wakatobi Insha Allah tanggal 28 pukul 07.00 WITA," ungkap Kepala Seksi Haji dan Penyelenggara Umrah Kemenag Kabupaten Wakatobi, Drs H Zulyakin, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/9/2017).

Ia mengakui jika kepulangan jemaah haji tahun ini menggunakan kapal laut dari Kendari ke Wakatobi. Hal itu menurutnya merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi bersama para jemaah. Begitu pula dengan biaya transportasi, baik tiket pesawat maupun kapal laut semuaditanggung Pemda.

"Transportasi ditanggung penuh pemerintah daerah tiket pesawat maupun kapal. Tidak ada biaya ditanggung Depag, Dana lokal ditanggung oleh jemaah haji termasuk bagasi dan biaya transit begitu pula makan dan minum serta hotel. ini lewat persetujuan jemaah. Kalau kemarin jamaah hanya diangka sebayak 35 maka jemaah saat ini bertambah maka siapa yang duluan maka di sampaikan agar naik bersamaan," tutupnya.

Terkait kepulangan Jemaah Haji Kabupaten Wakatobi melalui kapal laut dinilai mengalami kemunduran dibanding tahun sebelumnya yang selalu menggunakan pesawat. Hal ini dipertanyakan melalui alat jejaring sisial FB.

Salah satunya oleh aqun bernama Dedi Mirzan dengan status yang diunggah 11 September pukul 20.20 Wita. "Yg punya keluarga atau saudara, Serta Jemaah Haji Kabupaten Wakatobi Apa Kalian setuju kalau di Pulangkan Dengan Kapal Laut Dari Kendari, Gratis Kapalnya Hore Hore. Intinya harus ikut Kata Panitia tapi qt punya Coment yg bs membangun kedepan.
Status ini mendapatkan banyak respons dari neters. Misalnya Tanti HaSti yang mempertanyakan apakah kepulangannya biaya sendiri atau dibiayai pemda.

"Ooh...Anggraini klo jemaah haji nya tidak membayar biaya LOKAL..berarti kemungkinan PEMDA yg bayarkan/subsidi.. AlhamduLiLLAH..daerah lain ada yg tdk begitu.. cuma..kalo misal di anggarkan pemda naik pesawat trus jadinya kapal..itu tanya ke PEMDA nya Dedy Mirzan n disitu tugas pengawas anggaran nya apakah sesuai tidak...krn kLo kemenag cuma bagian teknis Lapangan..klo masalah duit BIAYA LOKAL mah, klo yg punya duit (pemda) bilang naik kapal..ya naik kapal.. ndag mungkin pemda kasih duit seharga kapal trus kemenag mo nombok biar naik pesawat..hehehehe.." (#)


Oleh : Risnawati
Editor: Yuhandri Hardiman
Telah dibaca 1068 kali
Berita Terkait
Advertisement