Wakatobi
19-08-2017  13:07
DPRD Wakatobi Polisikan Ledham Internasional
Rapat paripurna DPRD Wakatobi. Foto: Risnawati / www.tribunbuton.com
"Kalau Polres di sini merasa ragu, Brimob ada. Semua orang yang ada di bumi Indonesia harus patuh pada hukum tidak ada orang kaya, penguasa ataupun preman statusnya sama Di mata hukum, begitu ya pak", ujar Ali Tembo, sapaan akrab muhammad ali itu kepada pihak kepolisian.

WAKATOBI, tribunbuton.com - Sekretaris DPRD Kabupaten Wakatobi, A Ahmad bakal melaporkan lembaga advokasi hukum (Ledham) internasional ke pihak yang berwajib hari ini, Sabtu (19/8/2017). Laporan atas dugaan aksi anarkis yang dilakukan oleh ledham internasional di gedung DPRD Wakatobi, Senin (13/8/2017) lalu,

Hal itu berdasar pada mandat paripurna yang di mandatkan kepadanya (Ahmad-RED). "Rencana kami akan sampaikan besok terutama mengenai pengrusakan fasilitas kantor", Tegasnya.

Bahkan sebelumnya, pada rapat badan musyawarah (Bamus) DPRD telah mengundang pihak kepolisian resort Wakatobi yang di hadiri langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Iptu Ardi Sido di temani Kanit reskrim, Supryanto, untuk mempertegas laporan tersebut. Dalam rapat paripurna DPRD wakatobi, Jum'at (18/8/2017) pimpinan dan anggota DPRD Wakatobi sepakat untuk melaporkan ledham internasional ke pihak yang berwajib.
"Semangat untuk melaporkan ke Polres adalah sebagai bagian dari pembinaan tanggungjawab dan tanggung gugat. Setuju, laporkan besok", tanya Muhammad Ali dalam rapat paripurna.

Lebih lanjut, Muhammad Ali juga memberi isyarat kepada pihak kepolisian untuk tidak ragu dalam menindak lanjuti laporan tersebut karena dalam hukum tidak boleh ada tebang pilih.
"Kalau Polres di sini merasa ragu, Brimob ada. Semua orang yang ada di bumi Indonesia harus patuh pada hukum tidak ada orang kaya, penguasa ataupun preman statusnya sama Di mata hukum, begitu ya pak", ujar Ali Tembo, sapaan akrab muhammad ali itu kepada pihak kepolisian.

Untuk di ketahui, demonstrasi anarkis ledham di duga merusak sejumlah fasilitas kantor DPRD. Berdasarkan pernyataan sikap yang di keluarkan ledham, diketahui Aksi ini di lakukan atas dugaan penhentian operasi PT. GPW. Dalam aksi ini juga tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian.#

Risnawati
Editor: Yuhandri Hardiman
Telah dibaca 295 kali
Berita Terkait
Advertisement