Baubau
19-08-2017  13:01
Nurhayati Deklarasi Maju di Pilgub Sultra, Dambakan Pendamping Tua dan Agamis
Nur Hayati
WAKATOBI, tribunbuton.com – Wa Ode Nurhayati mendeklarasikan diri siap bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018 - 2023. Niat ini disampaikan di hadapan tetua adat di Kompleks Baruga Keraton Liya, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Kamis (17/8/2017).
Wanita yang akrab disapa WON itu menuturkan apa alasannya untuk bertarung di Oilgub. Ia sudah melakukan perenungan mendalam dan memililih Benteng Keraton Liya Togo sebagai tanah kelahiranya sebagai langkah awalnya untuk pamit dan memohon restu para tetua adat dan masyarakat untuk kembali maju pada pentas politik lokal Sulawesi Tenggara.

“Saya pamit dengan tulus hati dengan segenap keberanian yang saya miliki baik sebagai mantan anggota DPR RI maupun sebagai mantan tahanan KPK," katanya.

"Saya mengumpulkan seluruh keberanian saya untuk di hadapan semua dengan ucapan Bismilahirahmanirahim, saya Wa Ode Nurhayati putri dari almarhum bapak H La Ode Rane dan ibu Wa Ode Indo hari ini berjanji dan pamit kepada seluruh orang tua saya melanjutkan langkah saya mencalonkan diri dalam Pilkada Gubernur Sultra 2018,” tutur WON.

Lebih lanjut, Ia berjanji akan menjalankan segenap ajaran leluhur tanah kelahiranya dan berkompetisi dengan cara-cara yang berani, fair, berintegritas. Mantan anggota DPR RI itu juga mengatakan semangatnya untuk maju dalam Pilgub Sultra bukanlah mimpi setelah menjadi tahanan KPK.

Niat ini sejak ia masih menjabat sebagai anggota DPR RI. “Pertama ikhtiar menjadi Gubernur Sultra itu bukan, tapi perjuangan semenjak jadi anggota DPR. Sejak menjadi saksi ketika kampanye Pileg lalu 2009-2010 lalu, jadi semangat mata dan rasa itulah yang membuat saya saat itu ketika jadi anggota DPR Mulai terpantik jadi gubernur sultra,” Ungkapnya

Kendati demikian, sejauh ini belum ada kepastian terkait kendaraan politik. Namun ia memiliki kriteria khusus terkait pasangan yang akan mendampinginya sebagai Cawagub Sultra.

”Apapun kendaraan politiknya tentu saya tidak akan meninggalkan jalan–jalan luhur yang saya rintis. Saya ingin pulang sebagai calon gubernur yang tidak bermain kotor, tidak curang, jentle dalam bertarung tidak black campaignh tidak menari-nari di atas penderitaan calon lain. Saya sih mendambakan pendamping itu orang tua yang agamis, tentu itu dari daratan, saya berharap ada orang tua yang agamis yang bersedia menemani saya dalam Piilkada Sultra. Jadi kriterianya tua agamis,” tutupnya.

Penulis : Risnawati
Editor: Yuhandri Hardiman
Telah dibaca 218 kali
Berita Terkait
Advertisement