Wakatobi
15-07-2017  21:53
Tim Forensik Polda Sultra Ungkap Ciri Mayat Tanpa Identitas
Mayat tanpa identitas ditemukan terdampar di Pantai Matahora Wangi-wangi. Foto: Ahmad Dilun / tribunbuton
WAKATOBI,www.tribunbuton.com - Teka-teki mayat tanpa identitas yang ditemukan 4 siswa SDN 1 Melai One, di pantai Dusun Bontu Desa Matahora Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, Kamis (13/7/2017) lalu. Akhirnya diungkap tim forensik RS Bayangkara Polda Sultra, Sabtu(15/7/2017).
Dokter ahli forensik, rumah sakit (RS) Bayangkara Polda Sultra,
Kompol dr Mauludin yang didatangkan khusus pihak polres Wakatobi, usai melakukan serangkaian otopsi mengungkapkan identitas diri khususnya ciri fisik sosok mayat tanpa nama tersebut.

Dari hasil yang dilakukan disebutkan jika mayat itu berjenis kelamin laki-laki dengan usia diperkirakan 35 sampai 50 tahun, memiliki tinggi tubuh 189 cm.Pada punggung terdapat tato motif burung berwarna serta menggunakan pakaian celana panjang warna biru merek adidas

Diduga kematiannya disebabkan karena tenggelam dan diperkirakan meninggal antara 1 hingga 3 bulan lalu.Hal itu itandai adanya tanda dibagian tubuh seperti dibagian telapak kaki kiri dan betis ditemukan tanda keriput (Wossers Women Hands) dan kutis hanserina dimana korban pada saat masuk kedalam laut masih dalam keadaan hidup.

"Tidak ada tanda kekerasan, adapun luka sekujur tubuhnya karena proses pembengkakan", Sebut dr Mauludin didampingi asistennya Brian Adam.

Meski telah diungkapkan ciri fisiknya tim forensik kesulitan mengungkapkan identitas nama mayat itu selain mencocokkan DNA pihak keluarga yang merasa kehilangan

"Untuk mengetahui identitas mayat tim ahli forensik telah mengambil DNA dari tulang jenazah agar sewaktu-waktu bisa disesuaikan dengan DNA orang yang merasa keluarganya yang hilang. Hasil otopsi juga belum bisa ditentukan dari ras mana, karena korban sudah tidak memiliki gigi seri saat ditemukan", Sebut Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Iptu Hardi Sido.

Meski demikian mayat tanpa identitas ini akan dilanjutkan proses semayaman usai diotopsi agar secepatnya dimakamkan di TPU Wangi-wangi Selatan sesuai kesepakatan bersama antara pihak polres Wakatobi dan pemerintah daerah kabupaten setempat.#

Peliput: Ahmad Dilun
Telah dibaca 167 kali
Berita Terkait
Advertisement