Buton Tengah
21-04-2017  22:54
Gertak, Segel Kantor Bupati Buteng
Saat penyegelan
LABUNGKARI, TribunButon.com - Ratusan masyarakat yang mengatas namakan Gerakan Rakyat Anti Kolonian (Gertak) Buteng melakukan unjuk rasa dan melakukan penyegelan kantor Bupati Buton Tengah (Buteng), Kamis(20/04).
Unjuk rasa dan penyegelan kantor Bupati Buteng didasari dengan tuntutan masyarakat agar pemerintah daerah tidak lagi mengimpor pegawai dari luar daerah dan melakukan peninjauan kembali terhadap pejabat eselon II, III dan IV. Menurut para demonstran, pejabat yang dilantik pada 07 April lalu telah melanggar UU Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor 5 tahu 2014.

Salah seorang orator asal Kecamatan Mawasangka, Riki, mengatakan, aksi penyegelan yang dilakukan merupakan wujud kekecewaan masyarakat atas tindakan Plt Bupati Buteng yang sengaja menempatkan pegawai dari luar daerah dan menduduki jabatan strategis di lingkup Buton Tengah.

"Penyegelan ini wujud kekecewaan masyarakat Buteng terhadap Ayahanda Plt Bupati Buteng, Ali Akbar dengan sengaja mengisi jabatan di lingkup Buton Tengah berdasarkan kepentingan pribadi, keluarga serta berani melawan regulasi yang ada," katanya saat ditemui usai menggelar aksi.

Menurutnya, jika hal tersebut terus dibiarkan dapat membuat masyarakat pesimis dengan cita-cita daerah otomomi baru. Plt Bupati Buteng banyak menempatkan pegawai dari luar daerah dan memiliki jabatan strategis.

"Hampir diseluruh jabatan strategis dikuasai keluarganya (Plt Bupati), contohnya Kepala Keuangan dan Aset Daerah, Istri Plt bupati, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP), saudara bupati, Kepala BKD, dan masih banyak lagi. Inikan sudah tindakan yang betul-betul menggeser putra-putri terbaik Buton Tengah," tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Sekretariat Daerah (Sekda), Hasimin, saat menemui masa aksi, mengatakan, pihaknya berjanji akan membahas persoalan tersebut bersama Plt Bupati dan DPRD Buteng. Menurutnya, persoalan itu akan menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah agar struktur pemerintah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Koreksi ini akan menjadi pekerjaan rumah kami, sehingga saya akan sampaikan kepada pimpinan menyangkut harapan dan keinginan adik-adik semua agar sesuai dengan mekanisme serta aturan yang beraku." katanya saat dipaksa untuk berbicara disalah satu mobil sound sistem demonstran.(Alan - Editor : Fardhyn)
Telah dibaca 333 kali
Berita Terkait
Advertisement