Buton Utara
15-12-2016  12:31
Jalan Rusak Parah dan Berlumpur, Truk Tujuan Butur Terperosok
Sebuah truk yang di kemudikan oleh Kamarudin terperosok di desa Soloi Agung
BUTUR, BP - Akibat jalan yang rusak parah dan berlumpur saat musim hujan, sebuah truk fuso dengan Nomor Polisi DT 9239 AN terperosok di jalan poros Baubau - Ereke, tepatnya di Desa Soloi Agung Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara (Butur).
Ketika dikonfirmasi oleh media ini, sopir truk yang diketahui bernama Kamarudin (38) mengatakan bahwa ban mobil truknya terperosok sejak pukul 03.00 Wita pada Selasa (13/12) saat ia menempuh perjalanan dari Baubau menuju Ereke dengan mengangkut material bahan bangunan.

"Ban mobil saya tertanam ini sejak jam 3 subuh tadi, saya sering muat material atau bahan-bahan bangunan dari Baubau ke Ereke kadang dua kali dalam satu minggu, kalau sudah tertanam begini bannya maka terpaksa saya harus tambah anggaran, karena sudah jam 10 sekarang belum bisa teratasi biar sudah ditarik juga dengan mobil lain, ini berarti saya harus sewa alat berat lagi untuk dia tarik," ucapnya.

Dikeluhkannya pula, walau banyak tantangan dan resiko berbahaya bagi para pengguna jalan dengan kondisi ganasnya jalanan tanpa aspal dan rusak parah, namun ia sebagai masyarakat tidak dapat berbuat banyak.

"Kami masyarakat ini kasian tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan jalan seperti ini, kalau musim kemarau juga kita jalan ditutup debu, kita sopir mobil masih terlindungi di dalam mobil, tapi kasian juga kalau orang yang pake motor selalu mandi debu, sementara kalau ada hujan begini resikonya juga ban mobil yang tertanam dilumpur," keluhnya saat dikonfirmasi oleh Baubau Post.

Sebagai masyarakat biasa, ia hanya bisa mengharap agar ada pertisipasi aktif pihak pemerintah dalam menyikapi kondisi jalan yang luar biasa rusak jalur Baubau-Ereke.

"Jalan ini memang orang bilang jalur provinsi, tapi kan kita punya harapan yang bagusnya pemerintah kabupaten juga harus usulkan ke pemerintah provinsi, supaya pemerintah provinsi juga ada perhatiannya untuk jalan ini, kita masyarakat paling menderita kalau sudah lewat dijalan ini, ngerinya jalanan minta ampun, kita di dalam mobil saja kaya dibanting-banting kiri kanan, karena kalau jalanan bagus maka orang juga senang lewat dan arus peredaran ekonomi juga tambah lancar," tandasnya.(*)
Peliput: Anton
Telah dibaca 168 kali
Berita Terkait
Advertisement