Wakatobi
15-10-2016  15:38
Kasi Intel Kejari Wangi-Wangi Nilai Kades Bermasalah Dengan ADD/DD Minim SDM
WAKATOBI, BP – Pihak Kejaksaan Negeri Wangi-Wangi mengindikasi penyimpangan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dibeberapa desa di Kabupaten Wakatobi yang saat ini sedang tahap penyelidikan hingga penyidikan. Diakibatkan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) para kepala desa (Kades).
“Dalam petunjuk tekhnis dan pelaksanaan ADD dan DD itu kan sudah jelas. Termasuk sanksi jika melanggar ketentuan dimaksud. Namun karena kurangnya SDM para kades, maka muncullah sejumlah indikasi penyimpangan seperti yang terjadi saat ini,” terang Kasi Intel Kejari Wangi-Wangi, Dwianto Agung Wibowo, Jumat (14/10).

Kata Dwianto Agung Wibowo, saat ini pihaknya sedang menangani indikasi penyimpangan ADD/DD dibeberapa desa di pulau Wangi-Wangi. Munculnya indikasi penyimpangan dibeberapa desa yang sedang ditangani itu bermula dari laporan masyarakat. Sehingga pihaknya setelah melakukan telaah dan ada indikasi penyimpangan. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Dari beberapa desa yang sedang kami tangani ini bermula dari laporan masyarakat. Setelah kami pelajari dan ternyata ada unsure pidana dan langsung kami tindak lanjuti. Yang jelasnya, semua laporan laporan masyarakat terkait penyimpangan anggaran pembangunan tetap kami tindak lanjuti,” katanya.

Saat ini lanjut Dwianto Agung Wibowo, ada tiga desa di pulau Wangi-Wangi sedang proses penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka. “Kades Sombu sedang tahap penyelidikan, Kades Maleko sudah naik ke tahap penyidikan dan Kades Mola bahari sudah ditetapkan jadi tersangka,” ucap Kasi Intel Kejari Wangi-Wangi.

Kades Mola Bahari sudah ditetapkan jadi tersangka namun pihaknya terlebih dahulu harus dilakukan perhitungan kerugian Negara sebelum ditahan. “Untuk Kades Mola Bahari meskipun sudah ditetapkan jadi tersangka namun kami belum menahannya karena terlebih dahulu harus dilakukan perhitungan kerugian Negara yang saat ini sedang dilakukan pihak BPKP Sultra,” ujar Dwianto Agung Wibowo.

Ditanyai terkait motif penyimpangan yang dilakukan Kades Mola Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan hingga ditetapkan jadi tersangka, Kasi Intel Kejari Wangi-Wangi mengatakan dari hasil penyidikan dengan melibatkan sejumlah saksi-saksi ditemukan perbedaan rancangan program dengan realisasi.

“Jadi Kades Mola Bahari ini setelah kami lakukan serangkaian penyidikan, realisasi program seperti fisik tidak sesuai dengan besaran anggaran seperti perencanaan awal. Dan itu diakui oleh mamsing-masing pihak yang diperiksa,” tukas Kasi Intel Kejari Wangi-Wangi. (***)


Peliput: Duriani
Telah dibaca 269 kali
Berita Terkait
Advertisement